Connect With Us

Satlantas Polresta Tangerang Bantu Bayi yang Ditemukan di TPU Sukamulya

Muhamad Heru | Minggu, 25 Oktober 2020 | 19:32

Petugas Kepolisian saat mengendong bayi mungil yang ditemukan warga, di dalam kardus kemasan air mineral di Kampung Kaliasin, Desa Kaliasin, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Kamis (22/10/2020). (@TangerangNews / Muhamad Heru)

TANGERANGNEWS.com-Satuan Lalu Lintas Polresta Tangerang memberikan bantuan tali asih untuk bayi mungil yang ditemukan warga, di dalam kardus kemasan air mineral di Kampung Kaliasin, Desa Kaliasin, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Kamis (22/10/2020).

Kasat Lantas Polresta Tangerang AKP Roby Heri Saputra mengatakan, pihaknya tergerak untuk membantu bayi yang saat ini dirawat di Puskesmas Sukamulya.

"Mendengar kabar ada bayi yang ditemukan warga, kami tergerak. Kami menyayangkan peristiwa ini, karena bayi itu tidak berdosa," kata Roby, Sabtu (24/10/2020).

Bantuan tali asih yang diberikan diantaranya perlengkapan bayi seperti pakaian, popok, susu formula, dan perangkat untuk bayi lainnya.

Bantuan itu diserahkan ke pengurus Puskesmas yang saat ini menjaga dan merawat bayi malang itu.

Petugas Kepolisian saat mengendong bayi mungil yang ditemukan warga, di dalam kardus kemasan air mineral di Kampung Kaliasin, Desa Kaliasin, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Kamis (22/10/2020).

Baca Juga :

Roby menambahkan, jajaran Polresta Tangerang masih menyelidiki peristiwa itu.

Dia berharap, kasus itu lekas terungkap agar dapat diketahui orang tua bayi, serta motif yang melatarbelakangi mereka membuang bayinya.

"Tentu bila sudah terungkap, harapannya agar bayi itu dapat diasuh dan dirawat keluarganya," kata Roby.

Roby melanjutkan, Satlantas Polresta Tangerang memastikan akan membantu bayi itu.

Dia juga berharap, agar si bayi dapat tumbuh dengan sehat dan dalam perawatan orang-orang yang menyayanginya.

"Bayi tentu jangan disia-siakan. Kami akan bantu dan semoga bayi itu dapat tumbuh sehat dalam asuhan orang-orang yang mencintainya," pungkasnya. (RAZ/RAC)

BANTEN
Terinfeksi Gulma Berbahaya, 27 Ton Gandum Impor Australia Dimusnahkan Karantina Banten

Terinfeksi Gulma Berbahaya, 27 Ton Gandum Impor Australia Dimusnahkan Karantina Banten

Rabu, 22 April 2026 | 23:15

Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten (Karantina Banten) memusnahkan gulma Asphodelus Fistulosus yang ditemukan pada 27.000 ton komoditas biji gandum impor dari Australia.

AYO! TANGERANG CERDAS
Jadwal Sesi Siang UTBK 2026 Tak Seragam, Peserta Wajib Cek Ulang Waktu di Lokasi Ujian

Jadwal Sesi Siang UTBK 2026 Tak Seragam, Peserta Wajib Cek Ulang Waktu di Lokasi Ujian

Senin, 20 April 2026 | 14:42

Pelaksanaan UTBK 2026 yang akan berlansung pada Selasa 21 April 2026, untuk sesi siang tidak berlangsung dengan waktu yang sama di seluruh titik ujian. 

NASIONAL
Diusulkan Naik, Pemerintah Hitung Ulang Harga Eceran Tertinggi Minyakita

Diusulkan Naik, Pemerintah Hitung Ulang Harga Eceran Tertinggi Minyakita

Kamis, 23 April 2026 | 09:24

Rencana penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita mulai dibahas pemerintah. Saat ini, HET masih berada di angka Rp15.700 per liter dan belum mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill