Guru di Tangsel Dipolisikan Gegara Menasehati Murid, Polisi Upayakan Jalan Damai
Rabu, 28 Januari 2026 | 16:44
Seorang guru SD di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dilaporkan ke polisi oleh orang tua muridnya sendiri.
TANGERANGNEWS.com-Pencarian dengan penyisiran terhadap seorang terduga bandar narkoba berinisial S, 25, oleh Tim SAR gabungan di Danau Keranggan Setu, Cisauk, Kota Tangerang Selatan dihentikan sementara, Selasa (27/4/2021) petang.
Petugas sebelumnya sudah melalukan upaya pencarian yang maksimal dari pagi hingga petang ini dengan hasil masih nihil, korban masih belum ditemukan.
“Pencarian terhadap terduga narkoba sudah secara maksimal dilakukan hingga petang ini, kemungkinan pemantauan secara visual tetap kita lakukan di sekitar lokasi kejadian.” ungkap Hendra Sudirman, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta.
Baca Juga :
Sebelumnya pencarian pada hari ini dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan membagi area pencarian menjadi dua metode dimana tim pertama melakukan penyisiran menggunakan rubber boat di LKP dengan luas area pencarian 2,9 Km persegi. Kemudian tim kedua melakukan penyelaman dengan radius 10 meter di lokasi kejadian.

Diketahui terduga yang juga diduga target operasi Kepolisian pada kasus narkoba melarikan diri dari kejaran petugas pada Senin (26/4/2021) sekitar pukul 18.45 WIB.
Karena panik akhirnya terduga kemudian menceburkan dirinya ke dalam Danau Keranggan Setu, Tangerang Selatan.
Terduga sempat berteriak minta tolong, namun ketika akan diberikan pertolongan dengan perahu, terduga sudah tidak terlihat lagi dan diduga tenggelam. Hingga saat ini terduga masih dilakukan pencarian oleh Tim SAR gabungan.
Seorang guru SD di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dilaporkan ke polisi oleh orang tua muridnya sendiri.
TODAY TAGTugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.
PT Pertamina Patra Niaga mengusulkan kebijakan pembatasan pembelian LPG subsidi 3 kilogram maksimal 10 tabung per bulan untuk setiap kepala keluarga (KK).
Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews