Hunian Berdesain Jepang di BSD Jadi Incaran Generasi Muda, Terjual 90% dalam Sebulan
Selasa, 9 Juni 2026 | 16:06
Tren pasar properti nasional di tahun 2026 masih didominasi oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian tapak (landed house).
TANGERANGNEWS.com –Para pedagang Pasar Lembang, Ciledug, Kota Tangerang mengeluh karena direlokasi ke lapak baru yang dikelol apihak swasta. Relokasi ini dilakukan karena nantinya pasar tersebut akan dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) oleh Pemkot Tangerang.
Dedi, 41, salah satu pedagang sayur mengatakan bahwa relokasi mulai berlangsung awal Oktober ini. Namun lapak yang disediakan ditempat baru tidak nyaman. “Kalau tempat yang baru belum ada saluran airnya. Tapi karena terpaksa, ya mau enggak mau pindah ke," katanya, Senin (2/10/2017).
BACA JUGA : Tahu Berformalin Masih Dijual di Pasar Sentiong Balaraja
Hal senada pun diungkapkan pedagang lain bernama Neneng, 46. Menurutnya, untuk bisa menempati lapak baru, dirinya harus kembali membayar uang sewa lapak. "Saya pinjam kesana ke sini sudah, jadi ke Bank Keliling buat bayar sewanya," paparnya.
Camat Ciledug Ahmad Budi Wahyudi mengatakan bahwa proses relokasi dimulai pada akhir pekan kemarin. Ada sekitar 500 pedagang yang direlokasi.
"Sudah dipindahkan ke depan Pasar Lembang, yang dikelola oleh swasta. Itu kan lahannya milik Dinas Lingkungan Hidup," ucapnya.
BACA JUGA : Kemacetan di Pintu Perlintasan Kereta Pasar Anyar Dikeluhkan Warga
Budi menambahkan, keberadaan para pedagang di Pasar Lembang sangat menggangu ketertiban umum. Karena itu, nantinya akan dijadikan RTH.
"Syukurnya proses relokasi ini berjalan kondusif, mereka banyak yang mau dipindahkan dan juga dilakukan penataan yang lebih baik oleh pihak swasta," imbuhnya.(RAZ/HRU)
Tren pasar properti nasional di tahun 2026 masih didominasi oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian tapak (landed house).
TODAY TAGTim Opsnal Unit Resmob Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota berhasil membongkar sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beroperasi di wilayah Tangerang Raya.
Industri makanan dan minuman nasional, khususnya sektor minuman kemasan, terus menunjukkan resiliensinya sebagai salah satu tulang punggung manufaktur di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews