Bawa Semangat Tangsel Jawara, Logo dan Maskot Porprov VII Banten Resmi Diluncurkan
Minggu, 3 Mei 2026 | 12:31
Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi menabuh genderang kesiapan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten.
TANGERANGNEWS.com-Tindak kriminalitas di Kota Tangerang semakin sadis. Pranita,36, seorang guru SDN 1 Tangerang yang tinggal di Kampung Gardu, Cirarab, Legok, Kabupaten Tangerang menjadi korban para perampas tas pengendara motor yang biasa mecantelkannya di kemudi sepeda motor.
BACA JUGA : Usai Rampas Motor Warga Serpong, Dua Begal Langsung Dibekuk
Akibatnya, bagian wajah dan tubuh Pranita terseret aspal karena sang rampok menarik dengan kencang tas yang sedang berada di kendaraan korban. Peristiwa itu terjadi pada Senin (9/10/2017) pagi, di Kampung Warung Mangga, Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.
BACA JUGA : Pura-pura Pinjam Korek, Tiga Begal Rampas Motor di Karawaci
Sepeda motor korban pun oleng, pelaku hingga terjatuh dan terseret aspal. Setelah itu, dengan mudah pelaku berhasil merampas tas milik korban. Korban lalu dilarikan ke RSUD Kota Tangerang dan mendapati luka sobek pada jidat, pipi, hidung dan bibir. Selain itu bibir bagian depan memar, kaki sebelah kanan patah.
“Korban sedang dirawat di RSUD. Di dalam tas terdapat uang Rp300 ribu, cicin mas 22 karat 5 gram, HP Oppo A37,”ujarnya.Sementara itu, Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Harry Kurniawan mengaku belum mendapat informasi terkait peristiwa tersebut.(DBI/DBI)
Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi menabuh genderang kesiapan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten.
TODAY TAGDalam rangka menyambut Bulan Autisme Sedunia, VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated bekerja sama dengan Matalesoge HospitABLElity Academy menggelar pameran seni bertajuk “You See Me and I Feel You”, yang berlangsung pada 24 April
Kantor Regional I PT Angkasa Pura Indonesia (Injourney Airports) menyatakan kesiapan penuh untuk melayani keberangkatan jemaah haji tahun 1447H/2026.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews