Connect With Us

Modus Telpon Nyasar, Tukang Koran di Tangerang Tertipu Jutaan Rupiah

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 16 Mei 2018 | 13:00

Dadi, 42, korban penipuan dari modus telepon nyasar Rabu (16/5/2018). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Seorang tukang koran bernama Dadi, 42, tertipu dengan modus telepon nyasar. Uang jutaan rupiah milik warga Kota Tangerang ini pun raib.

Dadi mengungkapkan, oknum yang menipu selalu menghubungi telepon selulernya untuk mengirimkan uang yang nominalnya cukup besar.

"Saya sudah habis - habisan lebih dari Rp. 10 juta dan transfer pulsa ke orang yang terus - terusan telepon saya," ujarnya di Gedung Puspemkot Tangerang, Rabu (16/5/2018).

BACA JUGA:

Padahal uang milik Dadi itu merupakan tabungan yang dikumpulkan dari hasil berjualan koran sehari-harinya.

Menurutnya, peristiwa penipuan tersebut terjadi pada Selasa (15/5/2018) malam. "Kemarin malam saya dapat telepon dari nomer yang tidak dikenal. Orang itu terdengar suaranya panik, ngaku - ngaku teman saya," ucapnya.

Dadi mengira, bahwa seseorang dibalik telepon selulernya ini memang benar rekannya yang bekerja sebagai pegawai di Pemkot Tangerang.

Orang itu mengaku diamankan polisi, dan menghubungi Dadi untuk meminta bantuan.

"Yang telepon bilangnya ditangkap polisi karena kedapatan punya tas milik orang lain. Makanya saya disuruh untuk transfer pulsa dan uang, biar dibebaskan," kata Dadi.

Seseorang yang menelopon ini terus menerus membuat panik. Bahkan, ironisnya Dadi selalu menuruti permintaan pelaku.

"Saya ngisi pulsa di konter udah berkali - kali, kalau kata penjaganya saya dihipnonis. Dan akhirnya sadar kalau ditipu," paparnya.

Atas insiden tersebut, Dadi pun akan melaporkannya ke pihak kepolisian setempat.(RAZ/RGI)

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

BANTEN
Kemarau Ekstrem, Pemprov Banten Kaji Penetapan Status Siaga Bencana Kekeringan

Kemarau Ekstrem, Pemprov Banten Kaji Penetapan Status Siaga Bencana Kekeringan

Selasa, 28 Juli 2026 | 19:41

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berencana menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan, menyusul banyaknya kebakaran dan kekurangan air bersih akibat fenomena El Nino Godzilla yang melanda wilayah tersebut.

PROPERTI
Hadir Hunian Modern Dekat Kawasan Industri Serang, Cicilan Mulai Rp700 Ribuan per Bulan

Hadir Hunian Modern Dekat Kawasan Industri Serang, Cicilan Mulai Rp700 Ribuan per Bulan

Jumat, 24 Juli 2026 | 16:24

Kabar gembira bagi masyarakat yang tengah berburu hunian layak dan terjangkau di Banten. Kawasan kota mandiri terbaru, Hunian Warisan Bangsa (HWB) Serang kini hadir untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal para pekerja

NASIONAL
Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK

Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK

Selasa, 28 Juli 2026 | 20:15

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill