Hari Keempat, Kebakaran TPA Jatiwaringin Mulai Terkendali
Jumat, 3 Juli 2026 | 15:29
Memasuki hari keempat, kebakaran masih melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, pada Jumat 3 Juli 2026.
TANGERANGNEWS.com-Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Erlan Rusnarlan mengatakan, pelayanan KTP elektronik pasca Pemilu 2019 ini mengalami penurunan.
"Pelayanan e-KTP menurun, ya tidak ada lonjakan apapun," ujar Erlan kepada TangerangNews di kantor Disdukcapil, Cikokol, Kota Tangerang, Senin (22/4/2019).
Penyebab menurunnya pemohon KTP tersebut, kata Erlan, karena 99,50 persen warga Kota Tangerang yang wajib ber-KTP telah memiliki kartu identitas elektronik ini.
BACA JUGA:
"Karena berdasarkan data, sudah 99,50 persen yang sudah punya e-KTP," katanya.
Erlan juga mengatakan, untuk mencapai 100 persen dirasanya tidak mungkin, karena Menurutnya, soal kependudukan sifatnya dinamis.
"99,50 itu sudah mentok. Jadi tidak mungkin full 100 persen warga punya e-KTP karena kan pasti ada yang baru beranjak 17 tahun dan pindah domisili, ganti status," terangnya.
Ia menambahkan, sejauh ini Disdukcapil telah gencar memberikan pelayanan perekaman kepada warga. Pelayanan yang diberikan mulai dari tersedianya pelayanan di kantor kecamatan, sekolah, mal, hingga jemput bola atau pelayanan keliling. Terlebih, keberadaan mal pelayanan publik pun membantu kemudahan pelayanan Disdukcapil.
"Kita selalu fokus melayani warga dalam rangka memberikan kemudahan pelayanan," tukasnya.(MRI/RGI)
Memasuki hari keempat, kebakaran masih melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, pada Jumat 3 Juli 2026.
TODAY TAGDemo yang digelar Mahasiswa beberapa waktu lalu, terkait protes kenaikan harga BBM menunjukan jika kenaikan harga BBM menjadi masalah besar di negeri ini, membuat kehidupan masyarakat bertambah sulit.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tengah merumuskan skema kebijakan untuk merespons sejumlah keluhan yang disampaikan oleh komunitas pengemudi ojek online (ojol) roda dua dan roda empat.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews