Purbaya Pengangguran dan Kemiskinan Menurun Sepanjang 2025
Kamis, 2 Juli 2026 | 19:04
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,85 persen serta tingkat kemiskinan menjadi 8,25 persen sepanjang 2025.
TANGERANGNEWS.com-Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Erlan Rusnarlan mengatakan, pelayanan KTP elektronik pasca Pemilu 2019 ini mengalami penurunan.
"Pelayanan e-KTP menurun, ya tidak ada lonjakan apapun," ujar Erlan kepada TangerangNews di kantor Disdukcapil, Cikokol, Kota Tangerang, Senin (22/4/2019).
Penyebab menurunnya pemohon KTP tersebut, kata Erlan, karena 99,50 persen warga Kota Tangerang yang wajib ber-KTP telah memiliki kartu identitas elektronik ini.
BACA JUGA:
"Karena berdasarkan data, sudah 99,50 persen yang sudah punya e-KTP," katanya.
Erlan juga mengatakan, untuk mencapai 100 persen dirasanya tidak mungkin, karena Menurutnya, soal kependudukan sifatnya dinamis.
"99,50 itu sudah mentok. Jadi tidak mungkin full 100 persen warga punya e-KTP karena kan pasti ada yang baru beranjak 17 tahun dan pindah domisili, ganti status," terangnya.
Ia menambahkan, sejauh ini Disdukcapil telah gencar memberikan pelayanan perekaman kepada warga. Pelayanan yang diberikan mulai dari tersedianya pelayanan di kantor kecamatan, sekolah, mal, hingga jemput bola atau pelayanan keliling. Terlebih, keberadaan mal pelayanan publik pun membantu kemudahan pelayanan Disdukcapil.
"Kita selalu fokus melayani warga dalam rangka memberikan kemudahan pelayanan," tukasnya.(MRI/RGI)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,85 persen serta tingkat kemiskinan menjadi 8,25 persen sepanjang 2025.
TODAY TAGSlamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.
Sebanyak 75 anak usia dini dari keluarga berpenghasilan rendah di kawasan BSD City dan sekitarnya resmi dinyatakan lulus dari program Pembinaan Anak Usia Dini dan Parenting (PASP) Do & Learn Angkatan XII.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews