Tim SAR Cek Benda Mirip Kapal Terbalik Dekat Anak Krakatau, Hasilnya Nihil
Kamis, 17 September 2026 | 09:59
Video benda yang tampak seperti kapal terbalik di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) beredar di media sosial.
TANGERANGNEWS.com-Proses pengerjaan konstruksi Jalan Juanda, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang dengan menggunakan teknik mechanical concrete atau ban bekas telah rampung.
Kasie Pemeliharaan Jalan Dinas PUPR Kota Tangerang Yosa Yogaswara mengatakan, proses pengerjaan di dua titik Jalan Juanda ini berlangsung selama tiga pekan.
"Alhamdulillah sudah selesai dengan pengerjaan tiga minggu," ujarnya kepada TangerangNews, Kamis (4/7/2019).
BACA JUGA:
Menurut Yosa, setelah rampung, Jalan Juanda langsung dilewati kendaraan. Namun begitu, hal ini masih tahap uji coba. Bila hasilnya maksimal, rehabilitasi jalan yang kontruksinya menggunakan ban bekas akan diperluas.
"Lagi uji coba dulu beberapa bulan," ucapnya.
Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengharapkan rehabilitasi menggunakan teknik mechanical concrete bisa memperkuat kontruksi jalan. Pasalnya, Jalan Juanda menjadi lintasan yang dilewati kendaraan berat.
Selain itu, kata dia, teknik mechanical concrete ini untuk memberdayakan ban bekas sehingga dapat menghindari bahaya dari sampah plastik, yang apabila dibiarkan akan menjadi sumber penyakit bahkan bila dibakar menimbulkan dioksin dan furan.
"Itu kan limbah ban banyak, ban itu mau diapain. Kalau dibiarin jadi penyakit, kalau dibakar bisa menimbulkan dioksin, mendingan sampah ban itu dipakai untuk memperkuat konstruksi jalan," kata Arief.(RAZ/RGI)
Video benda yang tampak seperti kapal terbalik di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) beredar di media sosial.
TODAY TAGAsosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berkolaborasi dengan Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam pengembangan inovasi serta pemanfaatan data science dan artificial intelligence (AI) di sektor ritel.
Pidato Agus Harimurti Yudhoyono pada peringatan seperempat abad Partai Demokrat tanggal 5 September 2026 yang menyinggung batas waktu kekuasaan langsung menghadirkan berbagai penafsiran.
Pasangan suami istri (pasutri), berinisial A dan Y yang sempat viral akibat menyiramkan air saat warga hendak salat kembali digeruduk warga RT06/07, Kelurahan Kuta Baru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews