Dekati Kawasan Hunian, COURTS Buka Gerai One-Stop Shopping di Bintaro Xchange
Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40
Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.
TANGERANGNEWS.com — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kembali menggelar Festival Cisadane.
Kepala Disbudpar Kota Tangerang Rina Hernaningsih menyatakan persiapan Festival Cisadane 2019 sudah rampung.
"Sudah finish, 100 persen. Tinggal dijalani saja persiapannya," ujarnya kepada TangerangNews di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Jumat (19/7/2019).
BACA JUGA:
Menurutnya, event tahunan yang akan digelar 27 Juli 2019 ini digelar lebih meriah dibanding pagelaran tahun-tahun sebelumnya.

Rina mengatakan selain dimeriahkan Band Nidji dan Kotak, para pengunjung akan disuguhkan pertandingan tinju.
"Nanti ada tinju dan festival silat," katanya.
Dalam acara pembukaan, kata Rina, akan berlangsung malam hari di atas panggung terapung Sungai Cisadane, Jalan Benteng Makassa, Kota Tangerang.
"Nah ketika pembukaan ada penampilan dragon boat, fly board, jet sky, serta kesenian-kesenian tradisional," tuturnya.
Rina berharap pagelaran festival yang masuk dalam agenda nasional ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Tangerang.
Sehingga, imbuh Rina, Kota Tangerang semakin layak dikunjungi dan layak huni sebagaimana Program Tangerang LIVE.
"Kami targetkan 70 sampai 80 ribu kunjungan, karena tahun lalu berhasil mencapai 50 ribu kunjungan," pungkasnya.(RAZ/RGI)
Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.
TODAY TAGUpaya Amerika untuk menguasai timur tengah, dengan menjadikan Israel sebagai penjaga kepentingannya di Timur tengah, tidak berjalan mulus.
Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews