Connect With Us

Posko di Pasar Tanah Tinggi Dirusak, 2 Kelompok Pemuda Bentrok Bawa Sajam

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 30 Juli 2019 | 20:42

Tampak Polisi mengamankan para pemuda yang terlibat bentrok di Pasar Induk Tanah Tinggi, Kota Tangerang. (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com—Polres Metro Tangerang Kota  mengamankan 19 orang pemuda karena terlibat bentrok di Pasar Induk Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Selasa (30/7/2019) dini hari.

Dalam bentrokan itu, polisi mengamankan berbagai jenis senjata tajam.

Tampak Polisi mengamankan para pemuda yang terlibat bentrok di Pasar Induk Tanah Tinggi, Kota Tangerang.

Peristiwa bentrokan dikabarkan karena sekelompok pemuda tidak menerima saat poskonya di pasar tersebut dirusak oleh kelompok pemuda lainnya. Mereka kemudian mendatangi lokasi dengan membawa senjata tajam. 

Kepala Sub Bagian Humas Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim mengatakan, bentrokan itu berhasil dilerai pihak kepolisian sehingga tidak ada korban.

"Awal mulanya itu tongkrongan anak muda dirusak oleh kelompok pemuda lainnya," ujar Abdul saat dikonfirmasi TangerangNews.

"Sekelompok pemuda itu tak terima poskonya dirusak. Jadi mereka ingin balas dendam," tambahnya.

Baca Juga :

Menurut Abdul, petugas menyita sejumlah senjata tajam jenis golok, samurai, pedang dan benda tumpul yang digunakan saat bentrokan tersebut.

"Ada 19 orang yang kami amankan dari aksi saling bentrok itu," ucapnya.

Tampak Polisi mengamankan para pemuda yang terlibat bentrok di Pasar Induk Tanah Tinggi, Kota Tangerang.

Polisi mengamankan barang bukti senjata tajam.

Abdul memastikan kondisi di Pasar Induk tersebut sudah stabil. Masyarakat diimbau untuk tetap melaksanakan aktivitasnya di pasar seperti biasa.

"Para pelaku yang diamankan sedang dalam pemeriksaan," pungkasnya.(RMI/HRU)

BANTEN
Bayi Sulit Menyusu Belum Tentu Tongue Tie, Ini Penjelasan Dokter 

Bayi Sulit Menyusu Belum Tentu Tongue Tie, Ini Penjelasan Dokter 

Jumat, 16 Oktober 2026 | 10:36

Bayi yang kesulitan menyusu memang kerap membuat orang tua khawatir, terlebih ketika muncul dugaan tongue tie atau kondisi yang membatasi gerakan lidah.

KAB. TANGERANG
Swiss-Belhotel Serpong Gandeng Datik Batik, Buka Peluang UMKM Kenalkan Karya ke Publik

Swiss-Belhotel Serpong Gandeng Datik Batik, Buka Peluang UMKM Kenalkan Karya ke Publik

Jumat, 16 Oktober 2026 | 10:22

Swiss-Belhotel Serpong dan Swiss-Belcourt Serpong berkolaborasi dengan Datik Batik menggelar kegiatan peringatan Hari Batik Nasional pada Kamis, 15 Oktober 2026.

TANGSEL
Amankan 18 CCTV dan Tabung Gas 50 Kg, Polisi Selidiki Unsur Kesengajaan Ledakan di Pasar Cimanggis

Amankan 18 CCTV dan Tabung Gas 50 Kg, Polisi Selidiki Unsur Kesengajaan Ledakan di Pasar Cimanggis

Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:13

Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri terus bergerak cepat mengusut tuntas insiden ledakan maut di Komplek Ruko Pasar Cimanggis, Kecamatan Ciputat

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill