Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANGNEWS.com—Inspektorat Kota Tangerang masih mempelajari pelaporan Pusat Kajian Anti Korupsi Tangerang (PUKAT) terkait dugaan praktik penyelewengan anggaran negara dalam proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.
"Kami masih mempelajari kasusnya," ujar Hari Purwanto, Sekretaris Inspektorat Kota Tangerang di Tangerang, Jumat (9/8/2019).
Hari mengatakan, sejauh ini belum ditemukan indikasi ada penyimpangan dalam proses lelang tender yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
BACA JUGA:
"Proses pengadaan belum ditemukan indikasi penyimpangan," katanya.
Pasalnya, menurut Hari, 11 paket—lelang pekerjaan melalui tender—yang pengadaannya dilakukan sepanjang 2016-2018 telah diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Proyek-proyek tahun sebelumnya sudah diperiksa sama internal dalam hal ini BPK," ucapnya.
Namun, Inspektorat akan tetap menindaklanjuti pelaporan dugaan penyimpangan anggaran negara ini dengan mempertanyakan tindakan pemeriksaan yang dilakukan BPK.
"Kalau pun ada, itu sudah ditindaklanjuti BPK atau belum? Kalau ada kami tindaklanjuti," pungkasnya.(MRI/RGI)
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGSlamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tengah merumuskan skema kebijakan untuk merespons sejumlah keluhan yang disampaikan oleh komunitas pengemudi ojek online (ojol) roda dua dan roda empat.
Platform e-commerce Tokopedia dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam jumlah besar.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews