KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com—Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah berpesan kepada seluruh warganya untuk terus berkontribusi demi pembangunan Kota Tangerang mulai dari lingkungan yang paling kecil.
Pesan itu disampaikan saat upacara pengibaran bendera merah putih Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia (RI) di Lapangan Ahmad Yani, Kota Tangerang, Sabtu (17/8/2019).
"Kota Tangerang merupakan Kota yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama, itulah yang harus kita pertahankan untuk terus memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki di lingkungan sekitar," ujar Arief.
Baca Juga :
Selain itu, Arief mengajak masyarakat untuk tak bosan belajar dan mengembangkan diri agar dapat berkontribusi untuk bangsa khususnya Kota Tangerang.
Arief juga mengajak masyarakat untuk selalu menghargai keberagaman dan menyatukan semangat pengabdian untuk Kota Tangerang.
"Untuk itu kita juga harus mengevaluasi diri, sebagaimana yang disampaikan Presiden kemarin, kita butuh sumber daya manusia unggul, artinya kita tidak boleh sombong dan merasa unggul, merasa sudah bisa. Artinya kita harus terus memperbaiki diri untuk benar-benar memberikan kontribusi terbaik untuk kemajuan bangsa, tentu harus dimulai dari hal kecil dan lingkungan sekitar," paparnya.(RMI/HRU)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews