Connect With Us

HUT ke-74 RI, Warga Tangerang Deklarasi Merdeka dari Sampah

Achmad Irfan Fauzi | Sabtu, 17 Agustus 2019 | 21:07

Suasana warga di Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang yang turut memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia (RI). (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com—Beragam cara dilakukan warga Tangerang untuk merayakan Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia.

Warga di Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang misalnya. Mereka ingin Indonesia tak hanya merdeka dari penjajahan. Namun, mereka juga ingin Indonesia khususnya di Kota Tangerang merdeka dan bebas dari masalah sampah.

Keinginan Kota Tangerang terbebas dari sampah itu dilakukan warga dengan cara deklarasi pada Sabtu (17/9/2019).

Suasana warga di Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang yang turut memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia (RI).

Deklarasi itu dilakukan sekelompok warga dengan berjalan kaki mengitari 8 wilayah rukun warga (RW) di Kelurahan Pabuaran Tumpeng.

Tak hanya mengitari pemukiman warga, sambil membentangkan spanduk, mereka juga turut memunguti sampah di sepanjang perjalanan itu.

Spanduk yang dibentangkan bertuliskan "Dilarang keras membuang sampah di tempat ini. Dikenakan sanksi hukum Perda Ketertiban Umum No. 6 Tahun 2011 Pasal 7 Ayat 1".

Baca Juga :

Oktian Jaya Wiguna, peserta deklarasi mengatakan, pihaknya ingin wilayah Kota Tangerang terbebas dari sampah.

"Kami memanfaatkan momentum hari kemerdekaan Indonesia agar merdeka dari sampah. Kami ingin di pemukiman warga tanpa dilengkapi fasilitas TPS (tempat pembuangan sampah)," ujarnya kepada TangerangNews.

Pria yang akrab disapa Aan ini mengatakan, sampah masih menjadi persoalan serius. Menurutnya, pemukiman tanpa difasilitasi TPS bisa menjadi salah satu solusi untuk memecahkan masalah sampah.

"Sehingga warga mandiri dan bisa mengelola sampahnya sendiri, bahwa sampah yang bisa didaur ulang sangat bermanfaat," katanya.

Aan mengeklaim, wilayah Pabuaran Tumpeng—Benua Hijau Indonesia—menjadi percontohan bagi Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang dalam mengelola sampah.

"Kami memiliki tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) untuk penghijauan lingkungan. Nah, fasilitas ini akan direplikasi di setiap kelurahan se-Kota Tangerang," tuturnya.

Kegiatan warga di TPST itu, kata Aan, mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk. Sedangkan sampah anorganik ditampung di bank sampah.

"TPST sangat bermanfaat. Jadi, selain penghijauan lingkungan, bisa juga meningkat ekonomi masyarakat," ucapnya.

Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Buceu Gartina membenarkan jika wilayah Pabuaran Tumpeng dijadikan percontohan dalam pengadaan fasilitas TPST.

Bahkan ia menyebut, wilayah Pabuaran Tumpeng malah menjadi lokasi percontohan Dinas Lingkungan Hidup dalam penerapan angkutan sampah hanya pada pukul 06.00-10.00 WIB setiap harinya.

"Ya, menjadi percontohan. Kami akan terapkan se-Kota Tangerang. Sehingga kota ini terbebas dari sampah karena warganya mandiri," pungkasnya.(RMI/HRU)

SPORT
Pelatih Persita Puas Meski Tumbang 0-2 dari Persija 

Pelatih Persita Puas Meski Tumbang 0-2 dari Persija 

Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:37

Persita Tangerang harus mengakui keunggulan tim tamu Persija Jakarta setelah kalah dengan skor 0-2 pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026.

TOKOH
Innalillahi, Istri Pesulap Merah Marcel Radhival Meninggal Dunia

Innalillahi, Istri Pesulap Merah Marcel Radhival Meninggal Dunia

Selasa, 27 Januari 2026 | 15:05

Kabar duka datang dari pesulap Marcel Radhival atau yang lebih dikenal publik sebagai Pesulap Merah. Istri tercintanya, Tika Mega Lestari, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 27 Januari 2026, dini hari.

BISNIS
Mau Bisnismu Naik Kelas, Datang ke Pesta Wirausaha TDA Tangerang Raya 

Mau Bisnismu Naik Kelas, Datang ke Pesta Wirausaha TDA Tangerang Raya 

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:14

Bagi para pelaku usaha yang ingin membawa bisnisnya naik kelas, Pesta Wirausaha TDA Tangerang Raya 2026 menjadi ajang yang sayang untuk dilewatkan.

NASIONAL
BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Bom Waktu Picu Cuaca Tak Stabil

BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Bom Waktu Picu Cuaca Tak Stabil

Jumat, 30 Januari 2026 | 09:15

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill