Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta
Rabu, 7 Oktober 2026 | 21:41
Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.
TANGERANGNEWS.com—Para mahasiswa yang sedang menjalani masa perkuliahan di STKIP Surya, Karawaci, Kota Tangerang menyatakan tidak terprovokasi dengan peristiwa ricuh di Manokwari, dan sejumlah daerah di Indonesia.
Hal itu terungkap saat Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Abdul Karim menemui perwakilan mahasiswa asal Papua di bilangan Modernland, Kota Tangerang, Selasa (20/8/2019).
Upaya pertemuan tersebut dilakukan agar kericuhan yang terjadi di sejumlah daerah tidak meluas ke wilayah hukumnya. Abdul mengatakan, hingga saat ini mahasiswa asal Papua dipastikan aman berada di Kota Tangerang.
"Jadi kegiatan hari ini memang ada dua agenda yang kita lakukan. Dua agenda ini memastikan bahwa wilayah Kota Tangerang ini kita nyatakan aman. Dan tidak terprovokasi," jelasnya.
Dalam pertemuan ini Karim mengatakan pada mahasiswa Papua yang ada di Kota Tangerang untuk bisa fokus menuntut ilmu. Terlebih, polisi memastikan keamanan mereka di wilayah hukum yang menjadi tanggung jawabnya.
BACA JUGA:
"Tentunya kita bisa memberikan jaminan keamanan baik dari seluruh elemen masyarakat baik mahasiswa maupun masyarakat khususnya dari wilayah Timur Papua yang sedang sekolah di wilayah kita, kita berikan jaminan keamanan," katanya.
Karim menambahkan, menyusul memanasnya kericuhan yang terjadi di Papua, dirinya meminta seluruh mahasiswa untuk tidak ikut terprovokasi. Selain itu, dia meminta kepada mahasiswa agar tidak mudah menerima informasi hoaks begitu saja.
"Tentunya kita sudah imbau juga jangan terprovokasi khususnya mahasiswa jangan mudah percaya hoak kalau ada hoak bisa diantisipasi lebih awal," tukasnya.
Wakil Ketua 3 Bidang Kemahasiswaan STKIP Surya Fransiskus Fransus menuturkan selama ini pihaknya mengaku aman saat berada di Kota Tangerang.
"Kami banyak ucapkan makasih kepada Polri kami aman dan tidak ada hambatan apapun dalam kegiatan kami atau pun dari kampus maupun berbagai sekolah untuk PPPL dan penelitian dan anak kami bebas melakukan apapun sepeti biasa," katanya.
Fransiskus memastikan semenjak ramainya kericuhan yang terjadi di beberapa wilayah pihaknya mengaku tidak ikut terprovokasi.
"Jadi kami tidak terganggu dengan peristiwa yang sedang terjadi di tempat lain karena kami fokus membangun masa depan Indonesia melalui guru-guru," jelasnya.
Fransiskus mengaku terkait adanya kegaduhan yang disebabkan provokasi, dirinya memastikan mahasiswa Papua yang ada di wilayah Tangerang tidak akan termakan isu hoaks.
"Tangerang adalah rumah kami jadi rumah dimana kami tumbuh dam mereka yang akan menjadi agen untuk merubah masyarakat kita supaya cinta terhadap matematika, fisika, kimia dan TIK. Anak -anak kami punya daya kritis yang tinggi untuk bisa menelaah dan memilah informasi yang ada karena mereka guru dan jiwa mereka itu guru dalam hidup mereka yang paling penitng adalah membuat orang berubah," kata dia.
Dia menambahkan tidak sedikit warga Papua yang sengaja merantau ke berbagai wilayah. Hal itu menurutnya dilakukan untuk kembali membangun tanah kelahirannya nanti.
"Kami telah meluluskan 600 ke berbagai daerah dan saat ini ada 200 mahasiswa dan semua juga akan kembali ke daerah asal masing- masing untuk membangun daerah di sana. Karena misinya gitu," pungkasnya.(MRI/RGI)
Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.
TODAY TAGAkses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, kini semakin praktis. Perum DAMRI secara resmi mengoperasikan rute pemadu moda baru yang menghubungkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang langsung ke Tanjung Lesung
Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews