Dekati Kawasan Hunian, COURTS Buka Gerai One-Stop Shopping di Bintaro Xchange
Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40
Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.
TANGERANGNEWS.com-Puluhan mahasiswa asal Papua menggelar aksi damai di depan Kampus UIN Jakarta, Jalan Ir. H. Juanda, Ciputat, Tangsel, Selasa (20/8/2019).
Mereka yang berunjuk rasa di bawah terik matahari itu mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa Papua Milanesia.
Mereka berjajar tepat di depan halte UIN dengan membentangkan spanduk.
BACA JUGA:
Tak hanya itu, mereka juga memakai topeng menyerupai wajah monyet.
Seorang orator asal Tanah Papua, Rahmat dalam orasinya meminta agar pihak terkait dapat menyelesaikan persoalan rasisme yang telah menimbulkan gejolak yang berakhir pada tindak kekerasan di beberapa wilayah Indonesia, seperti Surabaya, Malang, dan Papua.


"Dengan itu kami menuntut untuk hentikan kekerasan pada warga Papua," ucap Rahmat dalam orasinya, Selasa (20/8/2019).
Dengan tegas, ia juga meminta agar oknum yang mengucapkan kata-kata tak manusiawi (menyebutkan beberapa nama hewan) dapat ditindak tegas.
"Kami menuntut agar oknum TNI Polri yang berkata itu untuk dipecat dan diadili," tegasnya.
Rahmat menambahkan bahwa untuk meredam pergolakan ini, TNI Polri harus meminta maaf kepada warga Papua.
"Meminta maaf terkait bahasa yang tidak manusiawi itu," pungkasnya.(MRI/RGI)
Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.
TODAY TAGAktris sekaligus produser Prilly Latuconsina secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari Sinemaku Pictures, rumah produksi yang ia dirikan bersama Umay Shahab sejak 2019.
Kasus saldo kripto yang mendadak terkuras tanpa disadari semakin sering terjadi. Salah satu penyebab yang kini banyak digunakan penipu adalah wallet drainer, alat berbahaya yang mampu menguras aset kripto hanya lewat satu persetujuan transaksi.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews