Nikmati Kopi Sambil Merasakan Kehangatan Pelayanan Penyandang Disabilitas di Bisa Cafe Karawaci
Minggu, 26 Juli 2026 | 21:38
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TANGERANGNEWS.com—Palang Merah Indonesia (PMI) se-Provinsi Banten menggelar donor darah serentak dalam rangka memperingati HUT ke-74 tahun PMI dengan mengangkat tema 'Banten Berdonor Bersama', Selasa (10/9/2019).
Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Tangerang dr David Hasudungan Sidabutar mengatakan, dalam donor darah serentak ini pihaknya ditargetkan melayani 200 pendonor.

"Kami diminta sekitar 200 kantong darah. Alhamdulilah jumlah itu terpenuhi semua," ujarnya saat ditemui di kantor PMI Kota Tangerang.

Pelayanan donor darah PMI Kota Tangerang dibuka di markasnya, Jalan Mayjen Sutoyo No 15, Sukarasa, Kota Tangerang. Selain itu, pelayanan juga dibuka di ruang-ruang publik, seperti di Tangcity Mal, Gading Serpong, hingga kampus UIN Ciputat.
"Peserta yang mendonorkan darah ini berasal dari berbagai kelompok masyarakat yang secara sukarela, mereka kami beri gelar pahlawan kemanusiaan," katanya.
Menurut David, pelayanan donor darah digelar setiap hari, tak hanya saat HUT PMI. David menyebut dalam perharinya, sebanyak 80 sampai 100 orang berpartisipasi mendonorkan darahnya di pelayanan PMI Kota Tangerang.
Baca Juga :
David pun mengapresiasi masyarakat Tangerang yang sangat antusias mendonorkan darahnya demi membantu pasien yang membutuhkan darah.
"Saya salut dengan warga Tangerang yang antusiasmenya mendonorkan darah sangat luar biasa," ucapnya.

David menambahkan, darah yang tentu dinyatakan sehat dan berkualitas didistribusikan PMI Kota Tangerang ke seluruh rumah sakit se-Kota Tangerang. Bahkan, penyaluran darah PMI Kota Tangerang menjangkau ke luar daerah.
"Kami juga saling bantu dengan RS (rumah sakit) di luar daerah dan luar provinsi," pungkasnya.(RMI/HRU)
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengusulkan penghentian kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat setelah masa uji coba berakhir pada akhir Juli 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews