Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara
Selasa, 28 Juli 2026 | 16:46
Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten Tangerang segera meluncurkan aplikasi smartphone yang memudahkan masyarakat untuk mendonorkan darahnya.
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menjelaskan kedepannya, aplikasi bernama Si Doni ini akan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin mendonorkan darah dengan jemput bola.
BACA JUGA
"Nanti 15 September 2019 akan kita launching, termasuk pengiriman darah nanti kita bisa sinergikan. Mudah-mudahan ini bisa membantu, jadi orang yang ingin donor darah, masuk ke aplikasi nanti dijemput petugas," jelasnya saat kegiatan Banten Berdonor Bersama, di Gedung Serba Guna, Tigaraksa, Selasa (10/9/2019).
Dia menambahkan, pelayanan darah sangat dibutuhkan karena ketersediaan darah atau komponen darah yang cukup dan aman, dapat bermanfaat bagi penerima.

"Satu lagi Jekdon atau Ojek Donor, itu juga bisa, bukan saja mengantar darah kepada rumah sakit yang membutuhkan, tapi juga mengantar calon pendonor darah," pungkas Zaki.
Sedangkan dalam kegiatan donor darah bersama Pemerintah Provinsi Banten ini, diharapkan bisa mendapatkan 2.250 kantong darah dari pendonor se-provinsi Banten.
"Kabupaten Tangerang sendiri sebagai tuan rumah punya target kurang lebih 1.000 kantong darah sampai dengan jam 2 siang nanti. Mudah mudahan bisa tercapai dari 3 titik lokasi di Kabupaten Tangerang," ujar Zaki.

Sementara Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah mengatakan kegiatan donor tersebut dilakukan serentak di 18 titik.
Diantaranya Kota Tangerang ada 6 titik, Kabupaten Tangerang 3 titik, Tangsel 2 titik. Sisanya tersebar di kota dan kabupaten di Provinsi Banten.
"Jadi dalam rangkaian HUT PMI yang ke-74, ini kegiatan yang pertama di indonesia mendonor serentak yang digagas langsung PMI Provinsi Banten," tutupnya.(RAZ/RGI)
TODAY TAGPenyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
Besarnya arus kendaraan di suatu kawasan dinilai tidak lagi menjadi satu-satunya tolok ukur utama bagi pelaku usaha ritel dalam menentukan lokasi ekspansi bisnis.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews