Connect With Us

Ganjil-genap di Jakarta Tidak Berdampak di Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 13 September 2019 | 12:54

Arus lalu lintas di depan PT Panarub, Pasar Baru, Kota Tangerang macet akibat padatnya kendaraan. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Penerapan ganjil genap diperluas hingga 25 ruas jalan di kawasan Jakarta dengan tujuan untuk mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas dan polusi udara di Ibu Kota Indonesia ini.

Pemberlakuan aturan ini diklaim tidak berdampak bagi kondisi lalu lintas dan pengalihan masyarakat menggunakan transportasi publik di Kota Tangerang.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Tangerang Andhika Nugraha mengatakan, hingga saat ini kebijakan pembatasan kendaraan berdasarkan nomor plat ganjil genap belum berdampak di kota dengan jumlah penduduk 2 juta jiwa ini.

“Kami lihat dan rasakan belum berdampak, ya. Di sini masih landai,” ujarnya kepada TangerangNews, Jumat (13/9/2019).

Kebijakan ganjil genap tersebut juga tidak mengubah sirkulasi kendaraan harian di Kota Tangerang. Menurut Andhika, kondisi arus lalu lintas masih normal, walau volume kendaraan meningkat pada jam-jam sibuk, sehingga terdapat kemacetan di sejumlah ruas jalan Kota Tangerang.

BACA JUGA:

Indikatornya, Andhika menyebut efek peraturan ganjil genap di Jakarta belum berdampak di Kota Tangerang berdasarkan penumpang Bus Rapid Trans (BRT) Kota Tangerang.

Masyarakat juga masih tampak menggunakan kendaraan pribadi dari Kota Tangerang menuju Jakarta.

“Tidak berdampak karena penumpang di BRT jumlahnya masih sama,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam mendorong Pemerintah Kota Tangerang untuk meningkatkan pelayanan sarana dan prasana transportasi publik, agar masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi beralih ke kendaraan umum.

“Sarana dan prasarana harus ditingkatkan demi memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.

Rusdi menambahkan, masyarakat saat ini sudah mulai menggunakan transportasi publik di Kota Tangerang.

Misalnya, penumpang kereta di Stasiun Tangerang selalu padat karena faktor kenyamanan. Sehingga, transportasi publik lainnya pun pelayanannya harus ditingkatkan.

“Kalau saya melihat Pemerintah Kota Tangerang menunjukkan komitmen untuk perbaikan sarana BRT sebagai alternatif feeder ke Jakarta. Ke depan akan ada peremajaan angkutan kota (angkot), ya, mudah-mudahan ini menjadi solusi juga,” pungkasnya.(RAZ/RGI)

TOKOH
Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:56

Sektor fesyen dan alas kaki merupakan salah satu industri kreatif yang masih potensial. Salah satunya digeluti Agus Eliawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Gokil.

TEKNO
AI Helita Tangsel Respon Keluhan Warga Hanya dalam 49 Milidetik, Sudah Terima 4 Ribu Pesan

AI Helita Tangsel Respon Keluhan Warga Hanya dalam 49 Milidetik, Sudah Terima 4 Ribu Pesan

Kamis, 14 Mei 2026 | 10:06

Helita, asisten digital berbasis Artificial Intelligence (AI) milik Pemkot Tangsel, langsung menjadi primadona baru sejak dirilis.

NASIONAL
Tagihan Listrik Membengkak Meski Tarif Tak Naik, PLN Ungkap Penyebabnya

Tagihan Listrik Membengkak Meski Tarif Tak Naik, PLN Ungkap Penyebabnya

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:21

PT PLN (Persero) menjelaskan penyebab tagihan listrik pelanggan yang kerap berubah meski tarif dasar listrik tidak mengalami kenaikan sejak Juli 2022.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill