Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026
Senin, 6 Juli 2026 | 12:59
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
TANGERANGNEWS.com—Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk terjadi di Jalan Daan Mogot, Batuceper, Kota Tangerang, Rabu (25/9/2019).
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB itu mengakibatkan seorang ibu dan seorang anak tewas di lokasi kejadian.
Menurut warga Batuceper, Robert, peristiwa berawal saat truk bermuatan kerangka besi bangunan itu mengalami oleng ketika melintas di Jalan Daan Mogot tepat di jembatan Batuceper.

"Mobil truknya oleng, menanjak ke trotoar sebelah kiri," ujarnya kepada TangerangNews.

Robert menuturkan, akibat oleng, muatan kerangka besi bangunan yang diangkut truk bernopol B-9189-EZ terjatuh dan meniban sejumlah kendaraan yang turut melintas.
"Muatan besinya mengenai mobil dan meniban motor," katanya.
Baca Juga :
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan itu mengakibat seorang ibu dan seorang anak meninggal di lokasi kejadian. Sementara sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka.

"Yang saya tahu korbannya lima. Tiga laki dewasa, satu ibu dan satu anak kecil," ungkapnya.
Para korban luka telah dibawa ke rumah sakit terdekat. Sedangkan korban meninggal dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang.
Hingga kini, para petugas gabungan dari kepolisian, BPBD dan Dishub tengah mengevakuasi kerangka besi-besi proyek bangunan dan motor yang tertiban.(RMI/HRU)
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
TODAY TAGSlamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews