Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 3.577 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) mengikuti wisuda di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Selasa (3/12/2019).
Wisuda ke-11 bagi mahasiswa tingkat Pascasarjana, Sarjana, Diploma dan Ners dari 8 fakultas ini berlangsung tiga sesi.

Rektor UMT Ahmad Amarullah mengatakan, para lulusan UMT diberi kebebasan untuk menentukan jalan karirnya setelah diwisuda, dengan berbekal ilmu yang telah diberikan.
Namun pihaknya lebih menekankan jiwa enterpreuner kepada mereka, agar bisa mengisi peluang bisnis jasa berdasar jurusan yang mereka tekuni di kampus.
"Dengan semangat keilmuan yang kita tanamkan, kita dorong mereka jadi mandiri. Misalnya lulusan Teknik Informatika, bisa mengembangkan ilmunya. Saat ini banyak orang bermental konsumtif dengan prodak-prodak teknologi. Ketika rusak tidak bisa memperbaiki, disitulah peluang mereka buka bisnis jasa," paparnya.
Baca Juga :
Terkait bannaknya masyarakat yang berbondong-bondong mendafatar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Amarullah juga memberi ruang kepada wisudawannya bisa ikut serta.
"Bagi yang mau daftar CPNS kita segerakan mereka dapat ijazah, karena memang sekarang lagi ramai-ramainya," ujarnya.
Namun demikian, dia berharap jika CPNS bukanlah satu-satunya target mereka setelah lulus. Tapi juga bisa berhasil dengan profesi apapun.
"Usahakan agar tidak takut bisa bertebaran dimana-mana. Jangan karena tidak diterima CPNS seolah hidup kiamat," tukasnya.(RMI/HRU)
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGDemo yang digelar Mahasiswa beberapa waktu lalu, terkait protes kenaikan harga BBM menunjukan jika kenaikan harga BBM menjadi masalah besar di negeri ini, membuat kehidupan masyarakat bertambah sulit.
Pengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II menyebut modifikasi cuaca untuk membantu proses pemadaman di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin akan sulit dilakukan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews