Merindukan Rumah di Bawah Naungan Syariah
Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:20
Berbagai kasus kejahatan dan kekerasan justru datang dari tempat yang seharusnya memberikan perlindungan. Baik yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri maupun orang lain.
TANGERANGNEWS.com—Memasuki hari pertama berlangsungnya rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah (Rakorkomwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Tangerang, peserta Rakor diajak berkeliling mengunjungi sejumlah lokasi yang menjadi ikon dan tempat wisata di Kota Tangerang.
Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin berkesempatan memimpin langsung rombongan peserta Rakorkomwil III APEKSI yang terdiri dari sejumlah kepala dan wakil kepala daerah serta perwakilan dari 24 kota yang menjadi peserta Rakor plesiran dengan menumpang bus Jawara.

"Selamat datang, di kesempatan City Tour ini kita akan sama-sama melihat keindahan Kota Tangerang dari dekat. Tak hanya taman, tapi juga ada wisata di kampung-kampung tematik," terang Sachrudin dalam City Tour di titik start Hotel Novotel, Kota Tangerang, Kamis (5/12/2019).

Kampung Markisa menjadi salah satu kampung tematik yang menjadi lokasi kunjungan peserta City Tour. Di mana, para peserta berkesempatan melihat secara langsung proses perubahan lingkungan yang telah dilakukan oleh warga Kampung Markisa.
Baca Juga :
"Dulunya di kampung Markisa merupakan salah satu kampung yang kurang terawat tapi berkat kegigihan dan semngat berubah dari warganya kini menjadi kampung yang indah," terang Wakil kepada Wali Kota Serang yang juga mengikuti City Tour.
Rute City Tour Rakorkomwil III APEKSI 2019 meliputi Taman Gajah Tunggal, Kampung Bekelir, Masjid Kalipasir, Kampung Markisa, Jembatan Berendeng, Tangerang Live Room dan Tangerang City Galeri serta Sentra Oleh-oleh Khas Kota Tangerang.(RMI/HRU)
Berbagai kasus kejahatan dan kekerasan justru datang dari tempat yang seharusnya memberikan perlindungan. Baik yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri maupun orang lain.
TODAY TAGSlamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.
Petugas Kepolisian akhirnya mengamankan tersangka kasus tabrak lari yang menewaskan seorang tokoh Pramuka asal Tangerang, Herman Sulistyo, 71, alias Kak Herman tahun di Desa Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang pada Minggu 7 Juni 2026
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews