Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Banten: Sebuah Surat Terbuka
Kamis, 5 Februari 2026 | 20:38
Dalam balutan seminar nasional itu, Anda memamerkan angka 60 ribu siswa sekolah gratis seolah-olah itu adalah tiket emas menuju surga kesejahteraan.
TANGERANGNEWS.com—Firman, 14, remaja yang tenggelam di Sungai Cisadane akhirnya ditemukan pada Kamis (5/12/2019) pukul 14.55 WIB. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Tim SAR gabungan menemukan korban yang hanyut pada radius 10 meter dari lokasi kejadian tepatnya di Sungai Cisadane, Panunggangan Barat, Kota Tangerang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Hendra Sudirman menyampaikan apresiasi kepada 90 personel yang terlibat dalam tim SAR gabungan karena berhasil menemukan korban.
"Saya ucapkan apresiasi kepada seluruh tim SAR gabungan yang terlibat hingga akhirnya korban bisa ditemukan pada siang ini," ujarnya.
Hendra juga menyampaikan bahwa pihaknya turut berdukacita atas ditemukannya korban dalam kondisi meninggal.
"Rasa belasungkawa saya ucapkan kepada keluarga korban atas kejadian tersebut," ucapnya.
Baca Juga :
Jasad korban saat ini berada di rumah duka, di Kelurahan Bencongan RT 1/1, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang untuk kemudian disemayamkan.
Sebelumnya, Firman diketahui tenggelam ketika akan menyeberangi Sungai Cisadane pada Rabu (4/12/2019) sekitar pukul 16.00 WIB.

Peristiwa itu bermula saat korban bersama dengan dua rekannya ingin menuju rumah temannya yang berada di seberang Sungai Cisadane dengan berenang.
Beberapa menit kemudian kedua rekannya berhasil berenang hingga ke seberang kali, sedangkan korban tertinggal di tengah akibat kelelahan dan berteriak minta tolong.
Melihat kejadian tersebut salah satu warga sekitar berusaha menolong. Karena tidak kuat menarik korban, akhirnya kembali terlepas dan tenggelam.(RMI/HRU)
Dalam balutan seminar nasional itu, Anda memamerkan angka 60 ribu siswa sekolah gratis seolah-olah itu adalah tiket emas menuju surga kesejahteraan.
TODAY TAGPendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.
Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews