Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Puluhan Wali Kota Anggota Apeksi melakukan penanaman pohon, dalam rangkaian kegiatan Apeksi hari kedua, Kamis (4/7/2019) pagi, di Hutan Wisata Tinjomoyo, Semarang.
Ketua Dewan Pengurus Apeksi Airin Rachmi Diany mengatakan, aksi penanaman pohon merupakan agenda rutin yang dilaksanakan dalam setiap pelaksanaan Rapat Kerja Apeksi dan diharapkan dapat terus berjalan guna merawat serta menjaga kelestarian lingkungan.
BACA JUGA:
"Saya titip supaya bisa ditanam pohon khas masing-masing wilayahnya di sini, di Semarang. Mudah-mudahan sepuluh tahun yang akan datang kita bisa kembali lagi di sini," ujar Airin.

Wali Kota Tangsel ini pun kemudian menanam pohon khas dari Tangerang Selatan, yakni Pohon Putat. Jenis pohon ini merupakan pohon yang dapat mencapai tinggi 50 m, diameter 200 cm, dengan batang yang tegak, lurus, dan berbanir.
"Simbol pohon ini merupakan kekokohan bagi kita bersama para Wali kota di Indonesia," tutur Airin.(RAZ/RGI)
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGRumah Sakit (RS) Melati Tangerang meraih penghargaan Juara 1 Produktivitas Kategori Perusahaan Menengah Tingkat Kota Tangerang.
Aksi nekat warga negara Korea Selatan (Korsel) berinisial JJ, 25, berujung jeruji besi. Ia diringkus setelah kedapatan menyelundupkan satwa liar endemik Indonesia yang disembunyikan di dalam kopernya, di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews