Connect With Us

Tangsel Super League Dilengkapi Teknologi VAR

Rachman Deniansyah | Minggu, 7 Juli 2019 | 12:16

Pertandingan antara PS Tangsel vs Billal FC, di kompetisi Tangsel Super League (TSL). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Tangsel Super League (TSL) musim 1 resmi digelar sejak, Sabtu (6/7/2019) kemarin. Kick Off pertama dimulai di Stadion Universitas Muhamadiyah Jakarta (UMJ), Cirendeu, Ciputat Timur, Tangsel.

Di pekan pertamanya ini, TSL menyajikan lima pertandingan, yakni SKCK FC vs Putra Ralin, PS Tangsel vs Billal FC, Rajawali FC vs Tunas Jaya FC, Tunas Muda Reborn vs Waysport, dan Chamar FC vs Getah Mangga FC.

Pada musim pertama ini, TSL hadir dengan sistem kompetisi yang dilengkapi teknologi kelas dunia, yakni Video Assistant Referee (VAR) atau video asisten wasit.

Chief Executive Officer (CEO)TSL Panji Irawan mengatakan efek langsung VAR terasa di pekan pertama TSL. Salah satu contohnya saat pertandingan antara PS Tangsel vs Billal FC.

BACA JUGA:

Awalnya, Wasit sudah menunjuk titik putih (penalti). Tapi saat melihat ulang pelanggarannya melalui VAR, ia meralat keputusannya.

"Wasit hanya memberikan tendangan bebas untuk PS tangsel karena masih di luar garis 16 (kotak penalti)," ucap Panji, Minggu (7/7/2019).

Dalam pertandingan yang sama, Panji mengatakan VAR kembali membantu kinerja wasit dalam mengambil keputusan.

"Di babak kedua, wasit menghadiahi penalti untuk Billal FC, karena bola mengenai tangan pemain belakang PS Tangsel dan tertangkap kamera VAR," tambahnya.

Panji menyebut teknologi VAR pada pertandingan TSL musim 1 sangat membantu di pekan pertamanya. Serta dapat meminimalisir resiko keributan antar pemain.

"Ada beberapa di pertandingan hari ini dan keputusan wasit dibantu dengan VAR. Tidak hanya VAR saja, wasit di TSL juga di bekali earphones referee untuk membantu komunikasi antar asisten wasit lainnya," tukasnya.(RAZ/RGI)

OPINI
Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:42

Wacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global

HIBURAN
Halloween Makin Seru di Living World Alam Sutera, Ada Singing Pumpkin hingga Kompetisi Kostum

Halloween Makin Seru di Living World Alam Sutera, Ada Singing Pumpkin hingga Kompetisi Kostum

Senin, 26 Oktober 2026 | 18:23

Living World Alam Sutera menghadirkan rangkaian Halloween Spooky Garden yang berlangsung hingga 1 November 2026.

BISNIS
Ingin Beli iPhone 18 Pro? Telkomsel Tawarkan Paket Bundling hingga Potongan Harga Rp1 Juta

Ingin Beli iPhone 18 Pro? Telkomsel Tawarkan Paket Bundling hingga Potongan Harga Rp1 Juta

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:00

Telkomsel menawarkan potongan harga hingga Rp1.000.000 untuk pembelian perangkat iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max melalui penukaran Telkomsel POIN di mitra penjualan offline tertentu.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill