Connect With Us

Rebutan Pemandu Karaoke di Tangsel Berujung Maut

Denny Bagus Irawan | Minggu, 17 Mei 2015 | 18:49

| Dibaca : 14133

Ilustrasi karaoke (Istimewa / Istimewa)


TANGERANG-Cemburu adalah bunga dari rasa cinta. Hal itu pun dialami seorang pria berinisial YN,35, yang bekerja sebagai petugas Satpol PP Kota Tangerang.

Akibat rasa cinta yang berlebihan kepada wanita yang bekerja sebagai pemandu lagu di sebuah tempat karaoke, dirinya pun menikahi seorang wanita berinisial A,  meski hanya sebagai istri sirih. Namun, YN yang jelas hanya manusia biasa juga mengalami cemburu buta. Namun,  akibat api cemburu yang berlebihan, dirinya nekat membunuh 'tamu' istrinya Rahman Surahman,52, sesaat setelah  baru saja mengantar wanita pemandu lagu di tempat karaoke itu.


Rahman Surahman adalah seorang pria yang merupakan warga Kedaung, Pamulang, Kota Tangsel.  saja ber-karaoke di kawasan tempat hiburan yang ada di dekat perempatan Muncul, Serpong, Kota Tangsel pada Senin (11/5) dini hari. Tubuh Rahman ditemukan berlumuran darah sekitar pukul 02.00 WIB.  Informasi yang didapat enam tusukan berada di tubuh pria tua tersebut.


 
Rahman diketahui usai 'berkencan' dengan A,  di karaoke yang ada di dekat perempatan Muncul, Serpong, Kota Tangsel. Andai saja saat itu YN mau berpikif positif tentang antar mengantar saat itu tentu akan berbeda.

Terbakar cemburu adalah manusiawi,  artinya sudah sifat dasar manusia. Namun, jika berlebihan, akhirnya menjadi masalah besar buat  YN. Selain menelan korban Rahman, juga menghilangkan pekerjaannya sebagai petugas Satpol PP.   Bahkan kini dirinya ditahan petugas Polsek Pamulang, Kota Tangsel.
 #Pemandu Karaoke

KAB. TANGERANG
LDII Kabupaten Tangerang Bangun Sinergisitas dengan MUI

LDII Kabupaten Tangerang Bangun Sinergisitas dengan MUI

Jumat, 15 November 2019 | 17:28

TANGERANGNEWS.com-Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Tangerang terus bersinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam pembinaan umat Islam.

BANTEN
Supervisor Ditangkap Densus 88 Belum Dipecat, Krakatau Steel Tunggu Proses Hukum

Supervisor Ditangkap Densus 88 Belum Dipecat, Krakatau Steel Tunggu Proses Hukum

Jumat, 15 November 2019 | 15:45

TANGERANGNEWS.com-Supervisor PT Krakatau Steel ditangkap tim Densus 88 pascaledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. Perusahaan belum memecat karyawan tersebut lantaran masih menunggu proses hukum yang sedang berjalan.

"Kinerja yang hebat bukanlah karena keberuntungan. Dibutuhkan fokus, kesungguhan hati dan kerja keras."

Anonymous