Connect With Us

Tokoh Betawi Tangsel Mohon Soal Pintu Otomatis yang dirusak Tak Dibesar-besarkan

Yudi Adiyatna | Sabtu, 26 Agustus 2017 | 19:00

Petugas Kebersihan Sedang Membersihkan Pecahan Kaca Di Kantor Walikota Tangsel, Jumat (25/8/2017). (@TangerangNews2017 / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Menyikapi adanya insiden pengerusakan yang diduga dilakukan oleh salah satu tokoh Betawi, Saderi A Sairie terhadap kaca pintu otomatis di Kantor Wali Kota Tangsel , Airin Rachmi Diany pada Jumat (25/8/2017) kemarin.

Komunitas Blandongan Tangsel yang terdiri dari para tokoh Betawi Tangsel, masyarakat, ulama, politisi hingga perwakilan pemuda mengajak semua pihak untuk bisa duduk bersama menyelesaikan permasalahan tersebut dengan musyawarah. BACA JUGA : Kesal enggak bisa bertemu Airin, warga Rusak Pintu Balai Kota Tangsel

Tommy Irawan Juru Bicara Komunitas Blandongan Tangsel kepada  TangerangNews, Sabtu (26/8/2017) dia mengatakan,  secara resmi komunitas Blandongan Tangsel meminta kepada para pihak  terkait agar bisa menahan emosi dan duduk bersama. 

"Sesungguhnya kan  pengrusakan pintu kecil Pemkot Tangsel  itu adalah ketidaksengajaan yang dilakukan. Kami mohon jangan di besar-besarkan," ungkap Tommy. 

Pihaknya pun menambahkan, setiap permasalahan yang terjadi di masyarakat tidak melulu harus diselesaikan secara hukum semata. Tapi lebih ideal jika diselesaikan secara musyawarah, dan tidak semestinya main lapor lalu aparat membawa senjata laras panjang.

"Hal ini harusnya dapat dibicarakan secara musyawarah. Perlu juga diketahui bahwa bang Saderi A Sairie ini juga salah satu Kepala Desa yang turut membidani lahirnya Kota Tangerang Selatan, jangan seperti memperlakukannya beliau seperti teroris," ungkap Tommy.

Lebih gamblang Tommy pun mengatakan, Komunitas Blandongan saat ini sedang menggalang dukungan publik agar permasalahan yang dihadapi Bang Saderi tersebut bisa cepat nya diselesaikan secara musyawarah. BACA JUGA : Perusak Pintu Kantor Wali Kota Tangsel Diduga Mantan Lurah

" Ya dari kemarin kita sudah Galang dukungan. Saat ini sudah lebih seratus tokoh Tangsel yang memberikan dukungan agar bisa cepat selesai dalam musyawarah" ungkap Tommy.(DBI)

KAB. TANGERANG
Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:46

Seorang siswi SMK berusia 16 tahun asal Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) yang dilaporkan kabur ke apartemen kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, diduga korban kekerasan seksual warga negara China.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill