AI Helita Tangsel Respon Keluhan Warga Hanya dalam 49 Milidetik, Sudah Terima 4 Ribu Pesan
Kamis, 14 Mei 2026 | 10:06
Helita, asisten digital berbasis Artificial Intelligence (AI) milik Pemkot Tangsel, langsung menjadi primadona baru sejak dirilis.
TANGERANGNEWS.com-Setelah tewasnya salah seorang pemandu lagu bernama Echi Kamis (21/9/2017), tempat hiburan malam CC Karaoke di Ruko Golden Boulevard BSD, Serpong. Kota Tangsel tetap beroperasi normal dan melayani para pengunjung, Jumat (22/9/2017). BACA JUGA : Pemandu Lagu di Karaoke CC BSD Tewas setelah diboking Anggota Polri
Pantauan TangerangNews.com di lokasi terlihat tidak ada garis polisi (police line) yang terpasang. Dan operasional tempat hiburan yang sudah dua tahun beroperasi tersebut masih berjalan seperti biasanya. "Semalam liburnya mas karena kebetulan satu Muharram. Kalau sekarang normal beroperasi lagi, " ungkap salah seorang security CC Karaoke saat ditemui TangerangNews.com. BACA JUGA : Sarang Prostitusi, Satpol PP Segel Tempat Pijat di Ruko BSD
Selain itu, pria berbadan tegap ini pun menyebutkan belum ada pihak kepolisian yang datang ke lokasi tersebut untuk melakukan penyelidikan "Enggak ada tuh, belum ada polisi ke sini setelah kejadian itu," ungkapnya.
Sejumlah rekan kerja Echi pun sempat menyampaikan rasa dukanya melalui akun media social. “Iya teman-teman memang berduka, menulisnya di media social,” ujar Ipung saat dihubungi. Seperti diketahui pada Kamis (21/9/2017) seorang pemandu lagu di Karaoke CC yang berlokasi di Ruko Boulevard BSD City, Serpong , Tangsel bernama samaran Echi tewas setelah diduga meminum minuman keras yang disodorkan oleh salah seorang tamu. Kebetulan tamu tersebut diduga merupakan anggota kepolisian.(DBI)
Helita, asisten digital berbasis Artificial Intelligence (AI) milik Pemkot Tangsel, langsung menjadi primadona baru sejak dirilis.
TODAY TAGFenomena pernikahan siri atau pernikahan yang belum tercatat secara negara masih banyak ditemukan di tengah masyarakat Kabupaten Tangerang, terutama pasangan lanjut usia.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat hampir 200 ribu anak telah terpapar judi online, termasuk sekitar 80 ribu anak yang masih berusia di bawah 10 tahun.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews