Connect With Us

Dikritik Warganet Soal Motto Religius Tangsel, Airin Tak Gentar

Dena Perdana | Minggu, 24 September 2017 | 13:31

| Dibaca : 18940

CC Karaoke (@TangerangNews 2017 / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com-Berbagai peristiwa naas akibat adanya tempat hiburan di wilayah Serpong, BSD, Kota Tangsel telah berulang berkali-kali. Terakhir, seorang pemandu karaoke atau LC yang bekerja di Karaoke CC bernama Etik alias Echi pada Kamis (21/9/2017) tewas. Sejumlah pengguna sosial media atau warganet pun lantas mencemooh Motto Pemkot Tangsel yang mengusungnya Cerdas, Modern dan Religius.

“Inikah CIMORE yang diusung walikota Tangsel periode kedua. Cerdas, Modern dan Religius. Modern pmb online saja tak becus. Religius tapi prostitusi makin marak, cerdasnya dimana??????,” tulis Ato Sunarto di Facebook.

Belum lagi Iman Romli Rosidin. Dalam komentarnya di fanpage TangerangNews.com dia meminta kepada Wali Kota Tangsel untuk menghapus Motto Religius. “Hapus aje mendingan motto itu, semua dah tau klo Tangsel surge prostitusi, daripada gini terus, pada tutp mate aje luh,” tulisnya. BACA JUGA : Pemandu Lagu di Karaoke CC BSD Tewas setelah Diboking Anggota Polri

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany pada beberapa kesempatan  mengakui peredaran miras dan prostitusi pasti akan selalu ada di Tangsel.  “Pasti itu (peredaran miras) akan selalu ada. Satu sisi ada supply dan demand. Jadi masyarakat sendiri nyari," ujar Airin.

Airin mengatakan, jika masyarakat Tangsel sesuai motto Tangsel yakni cerdas, modern dan religius serta tidak mau melanggar larangan agama masing-masing, maka Serpong dan wilayah lain akan aman dari peristiwa yang meresahkan masyarakat.

Meski begitu, Airin mengaku tak akan mundur menindak tegas peredaran miras. Pemkot Tangsel tak akan pernah lelah untuk melakukan operasi dan razia untuk memastikan kota itu terbebas dari minuman beralkohol.

"Kami idak boleh menyerah untuk terus melakukan penindakan hukum atas perda yang ada," lanjutnya.

Pemkot Tangsel melalui Perda Nomor 4/2014 tentang Penyelenggaraan Perizinan dan Pendaftaran Usaha Perindustrian dan Perdagangan khususnya pasal 122 menegaskan, bahwa Pemkot Tangsel tidak menerbitkan izin usaha Industri, izin impor, izin edar dan SIUP bagi pelaku usaha minuman beralkohol serta melarang setiap orang atau badan memproduksi, mengedarkan serta memperdagangkan minuman beralkohol. BACA JUGA : Polres Tangsel Bantah Echi Diboking Polisi

Meski marak tempat hiburan malam seperti resto, kafe, karoke dan hotel di kota pemekaran Kabupaten Tangerang itu, Airin memastikan tak akan melegalkan miras di wilayah tersebut.

"Masyarakat Tangsel tidak mau legalisasi miras. Permintaan memang ada, untuk yang di hotel. Karena ada persyaratan katanya hotel bintang 3,4,5. Tapi ini sedang kita kaji," lanjutnya.(DBI)

TANGSEL
KPU Gelar Pleno DCT Tangsel untuk Pemilu 2019, Ini Hasilnya

KPU Gelar Pleno DCT Tangsel untuk Pemilu 2019, Ini Hasilnya

Kamis, 20 September 2018 | 18:52

TANGERANGNEWS.com-KPU Kota Tangerang Selatan menetapkan Daftar Calon Tetap (DCT) sebanyak 683 calon legislatif (caleg) dari 16 partai politik

BANDARA
Nama Kadin Bandara Soetta Dicatut untuk Bisnis Fiktif, Pelaku Dilaporkan ke Polda

Nama Kadin Bandara Soetta Dicatut untuk Bisnis Fiktif, Pelaku Dilaporkan ke Polda

Jumat, 21 September 2018 | 19:26

TANGERANGNEWS.com-Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Paradigma Baru Bandara Soekarno Hatta akan melaporkan seorang pria bernama

KAB. TANGERANG
Suasana Puspemkab Tangerang Meriah Sambut Zaki-Romli

Suasana Puspemkab Tangerang Meriah Sambut Zaki-Romli

Jumat, 21 September 2018 | 16:44

TANGERANGNEWS.com-Suasana di Puspemkab Tangerang meriah menyambut Bupati dan Wakil Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar - Mad Romli.

OPINI
Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Rabu, 18 Juli 2018 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Anak saya yang baru menapaki usia lima tahun terpesona tayangan di sebuah televisi swasta. Di usia yang belum dapat menggunakan nalar sebagai kelengkapan berfikir itu, ia justru telah hapal slogan yang

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie