Connect With Us

Diduga Terkait Hibah Zaman Ahok, Kadishub Tangsel Diperiksa Kejati DKI

Yudi Adiyatna | Selasa, 9 Januari 2018 | 18:00

Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pada Senin (8/1/2018) kemarin memanggil Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangsel Sukanta.

Informasi yang beredar menyebutkan, pemanggilan ini dilakukan terkait dengan penggunaan dana hibah dari Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp74  miliar yang diberikan di era kepemimpinan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Dana tersebut digunakan Pemkot Tangsel untuk membangun Terminal Pondok Cabe, Pamulang sebagai pengganti Terminal Lebak bulus, Jakarta yang digunakan sebagai depo MRT.

BACA JUGA :

Pemeriksaan ini sendiri dibenarkan oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta Nirwan Nawawi yang dihubungi media  Selasa (9/1/2018). Menurut Nirwan, Sukanta dipanggil dalam rangka memenuhi undangan yang diberikan oleh pihak Kejaksaan Tinggi DKI.

"Kehadiran Sukanta memenuhi undangan dari pihak Kejati DKI, (diperiksa) dari jam 10 sampai jam 2 siang kemarin," terang Nirwan.

Dirinya pun belum mau berkomentar banyak terkait pertanyaan-pertanyaan apa yang ditanyakan kepada Sukanta selama kurang lebih lima jam Kepala Dinas Perhubungan tersebut berada di kantor Kejati.

”Masih dalam tahap pelaksanaan pengumpulan bahan data dan keterangan, kita belum bisa menyampaikan keterkaitan apa Kadis Sukanta ini dipanggil ke Kejaksaan DKI ,” kata dia.

Ketika ditanya terkait dugaan pemanggilan tersebut dilakukan untuk mengetahui terkait pertanggungjawaban penggunaan dana hibah yang diberikan Pemprov DKI Jakarta tahun 2015 lalu, dirinya pun enggan mengungkapkan, namun tak menutup kemungkinan pihaknya akan memanggil kembali yang bersangkutan dan pihak terkait lainnya.

"Silahkan itu dugaan dugaan saja kita belum resmi menyampaikan, kita masih akan melihat, tak menutup kemungkinan akan dipanggil kembali," terang Nirwan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie yang ditemui Tangerangnews.com  menyampaikan dirinya belum mendapatkan laporan terkait pemeriksaan Sukanta di Kejaksaan DKI Jakarta, namun dirinya mengapresiasi kehadiran Kepala Dinas Perhubungan tersebut untuk memberikan keterangan kepada pihak kejaksaan.

"Saya gembira bahwa Pak Sukanta sudah hadir, memenuhi permintaan pemberian keterangan di DKI Jakarta," terang Benyamin.(RAZ/HRU)

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

OPINI
Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:42

Wacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global

NASIONAL
Kanker Payudara Stadium Lanjut Bukan Akhir Segalanya, Simak Terapi Modern Fokus Kendalikan Sel

Kanker Payudara Stadium Lanjut Bukan Akhir Segalanya, Simak Terapi Modern Fokus Kendalikan Sel

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05

Mendengar diagnosis kanker payudara stadium lanjut kerap memicu kepanikan, rasa sedih, hingga perasaan putus asa pada pasien dan keluarga. Kondisi ini sering kali dianggap sebagai garis akhir karena penyakit dinilai sudah sulit disembuhkan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill