Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta
Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:12
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TANGERANGNEWS.com-Teka-teki penyebab kematian Jasad yang ditemukan dengan posisi kepala terputus di samping Kolong Jembatan Kali Cisadane, Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang, Minggu (21/4/2019) malam mulai terungkap.
Hal tersebut berdasarkan hasil forensik Polres Tangsel di RS Polri Kramat Jati.
BACA JUGA:
Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho membeberkan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap jasad Mr X tersebut, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan.

"Tidak ditemukan tanda kekerasan dari indikasi trauma, luka, fraktur atau bekas benturan dari jenazah," sebut Alexander, Selasa (23/4/2019).
Sementara, lanjut Alex, terputusnya kepala dan tubuh jasad tersebut disebabkan karena faktor pembusukan. Karena, jelas Alex, lokasi penemuan jasad merupakan wilayah yang sering tergenang air dari limpahan air Kali Cisadane ataupun saat hujan deras turun.
"Umur jenazah diperkirakan sudah meninggal 1,5 bulan. Sudah tidak memiliki daging pengikat antara tulang belakang dengan tengkorak. Sementara lokasi ditemukan jenazah, pada keadaan hujan atau air sungai pasang akan tergenang air. Hal ini menyebabkan pergeseran tengkorak (dengan badan)," bebernya.
Polisi pun menyebutkan, hingga kini jasad pria yang belum diketahui identitasnya ini diduga merupakan seorang tuna wisma. Dugaan ini berdasarkan pakaian dan sandal rakitan yang digunakan oleh korban .
"Dari tampilan pakaian yang dikenakan dan melekat, diduga kuat jenazah adalah tuna wisma," tutup Alex.(MRI/RGI)
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TODAY TAGBagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.
Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.
Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews