Connect With Us

Memprihatinkan, JPO di Ciputat Berlubang & Bau Pesing

Rachman Deniansyah | Selasa, 30 Juli 2019 | 16:30

Tampak Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) rusak berlubang di Jalan Ir. H. Juanda, Ciputat, Tangerang Selatan. (TangerangNews/2019 / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNES.com-Kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Ir. H. Juanda, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) sangat memprihatinkan. 

Pantauan TangerangNews, Selasa (30/7/2019), JPO yang berada dekat dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidadayatullah Jakarta ini seolah tak terurus. 

Tampak Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) rusak berlubang di Jalan Ir. H. Juanda, Ciputat, Tangerang Selatan.

JPO yang awalnya bercat putih itutelah pudar, sehingga yang tampak besi berkarat. JPO juga dipenuhi coretan (vandalisme).

Selama TangerangNews di lokasi, tak nampak satu orang pun yang menggunakan fasilitas untuk menjaga keselamatan saat menyeberang di Jalan Ir. H. Juanda itu.

Tampak Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) rusak berlubang di Jalan Ir. H. Juanda, Ciputat, Tangerang Selatan.

Bahkan, warga yang dimintai komentar terkait jembatan itu mengatakan tak lagi bersedia menggunakannya.

"Saya dulu pernah menggunakan itu, lebih baik saya menyeberang di jalanan depan UIN," ujar Maulana Subakti, mahasiswa UIN Jakarta.

Baca Juga :

Ia beralasan, merasa takut ketika menggunakan JPO tersebut.

"Besinya berkarat, terus kondisinya juga kayak enggak layak gitu, Bang. Ketika berjalan itu berasa goyang," jelasnya.

Lebih parah lagi, kata Maulana, lubang besar di JPO itu bisa membahayakan keselamatannya, juga rasa tak nyaman akibat aroma tak sedap di lokasi.

"Waktu saya nyeberang juga itu bau banget pesing," imbuhnya.

Saat ini, JPO itu terkesan berubah fungsi. Kini hanya digunakan sebagai media untuk memasang berbagai spanduk dan papan reklame. 

Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tangsel Tarmizi mengatakan, salah satu faktor yang membuat orang enggan menyebrang karena jaraknya yang jauh dari pusat kegiatan masyarakat.

"Menurut saya, daerah itu kan banyak mahasiswa dan dekat dengan RS UIN, orang harus berjalan agak jauh untuk menyeberang. Jadi JPO itu kurang berfungsi baik dan semestinya. Orang lebih memilih untuk menyeberang di jalan raya," ungkapnya.

Terlebih, kata dia, saat ini juga sedang ada perbaikan saluran air yang menutup anak tangga menuju akses ke JPO.

"Memang sedang ada pekerjaan saluran air, mungkin itu yang membuat JPO tidak bisa digunakan dan terkesan kumuh," pungkasnya.(RMI/HRU)

OPINI
Miras dan Prostitusi Sumber Malapetaka, Bukan Sumber Pendapatan Asli Daerah

Miras dan Prostitusi Sumber Malapetaka, Bukan Sumber Pendapatan Asli Daerah

Senin, 19 Januari 2026 | 15:43

Demi meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah), Pemerintah Kota melalui DPRD nya melakukan rencana untuk melegalisasi miras dan prostitusi dengan rencana akan merevisi undang-undang tentang larangan miras dan prostitusi.

BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

KOTA TANGERANG
Pohon Glodokan Tumbang di Karang Tengah, Dua Mobil Rusak Tertimpa

Pohon Glodokan Tumbang di Karang Tengah, Dua Mobil Rusak Tertimpa

Rabu, 21 Januari 2026 | 09:21

Hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kota Tangerang menyebabkan sebuah pohon glodokan tiang tumbang di halaman Masjid Al-Munibin, Perumahan Ciledug Indah 2, Jalan Banda Aceh, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah

TEKNO
Saldo Tiba-tiba Habis? Kenali Penipuan Modus Wallet Drainer dan Cara Pencegahannya

Saldo Tiba-tiba Habis? Kenali Penipuan Modus Wallet Drainer dan Cara Pencegahannya

Selasa, 20 Januari 2026 | 16:13

Kasus saldo kripto yang mendadak terkuras tanpa disadari semakin sering terjadi. Salah satu penyebab yang kini banyak digunakan penipu adalah wallet drainer, alat berbahaya yang mampu menguras aset kripto hanya lewat satu persetujuan transaksi.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill