Connect With Us

RSU Tangsel Fasilitasi MCU Peserta Lelang Jabatan

Advertorial | Jumat, 8 November 2019 | 09:58

Kepala Bidang Keperawatan RSU Tangsel drg. Unna Rahmadona. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memfasilitasi pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU), kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tengah mengikuti Open Bidding atau lelang jabatan.

Peserta ini nantinya akan mengisi kekosongan pimpinan tinggi pratama pada enam Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota Tangsel. 

Adapun keenam SKPD tersebut, diantaranya Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Badan Kesatuan Bangsa Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas), Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah.

BACA JUGA:

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta), dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel. 

Kepala Bidang Keperawatan RSU Tangsel drg. Unna Rahmadona menjelaskan, rangkaian tes kesehatan kali ini diikuti sebanyak 23 peserta. Sementara, untuk pelaksanaannya dibagi menjadi dua hari, yaitu Rabu (6/11/2019) dan Kamis (7/11/2019).

Pada hari pertama, Rabu (6/11/2019), peserta yang mengikuti MCU, diantaranya Wawang Kusdaya, Dahlia Nadeak, Farach Richi, Kunti Bratajayaatmajaningsih, Eru Sudarmanto, Wahyudi Leksono, Lisherni, Yepi Suherman, Aries Kurniawan, Arios Putra Jaya, Sigit Widodo, dan Ade Afrizal. 

Sementara peserta yang mengikuti MCU pada hari kedua, diantaranya Abdul Aziz, Heru Agus Santoso, Mukoddas Syuhada, Achmad Widijanto, Dedeng Apriyanto Dasa, Fuad, Eki Herdiana, Oki Rudianto, Dandi Pryantara, Muhamad Saleh Musa, dan Arie Bayu Yudhistira.

"Jadi tes kesehatan ini merupakan salah satu persyaratan, khususnya bidang kesehatan, yang harus dipenuhi oleh para peserta lelang jabatan," jelas drg. Unna di RSU Tangsel, Jalan Pajajaran, Pamulang, Tangsel, Rabu (6/11/2019).

Ia menerangkan, dalam tes kesehatan yang menjadi syarat para peserta lelang jabatan ini, pihaknya melibatkan sebanyak 10 dokter spesialis dan satu dokter umum. 

"Meliputi jantung, jiwa, paru, THT (Telinga Hidung Tenggorokan), mata, urologi, interna, kejiwaan, neurologi, laboratorium dan dokter gigi," terangnya. 

Dalam pemeriksaan itu, lanjutnya, ada perbedaan antara peserta perempuan dan laki-laki.

"Bedanya, kalau perempuan diperiksa kandungan oleh spesialis obgyen, sementara kalau laki-laki diperiksa spesialis urologi," imbuhnya.

drg. Unna menerangkan, tes kesehatan yang dilakukan oleh pihaknya ini tentu tak hanya berguna sebagai syarat dalam lelang jabatan, namun juga bagi kesehatan para peserta. 

"Karena dengan begitu kita bisa mengetahui kondisi kesehatan dan juga penyakit-penyakit yang memang berpotensi. Serta memastikan kesehatan para peserta sebelum menjabat, saat menjabat, dan usai menjabat di pemerintahan Kota Tangsel," terangnya. 

Ia juga menambahkan, hasil dari serangkaian pemeriksaan ini dapat diketahui sekitar 5 hari ke depan.

"Hasil pemeriksaannya akan kami berikan ke BKPP Tangsel, dan sepenuhnya akan dirahasiakan, hanya kami (RSU) Tangsel dan BKPP yang tahu. Sifatnya rahasia untuk para peserta," ungkap drg. Unna.

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangsel Apendi menerangkan, kondisi kesehatan para peserta akan berpengaruh terhadap hasil lelang jabatan.

"Karena akan melihat sejauh mana kesehatan teman-teman (peserta). Mudah-mudahan semuanya sehat," pungkasnya.(ADV)

NASIONAL
Gaji Pegawai Koperasi Merah Putih Disesuaikan Pendapatan

Gaji Pegawai Koperasi Merah Putih Disesuaikan Pendapatan

Rabu, 15 Juli 2026 | 19:27

Besaran gaji pegawai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak akan disamaratakan. Upah pegawai nantinya ditentukan berdasarkan kemampuan usaha dan pendapatan masing-masing koperasi di daerah.

OPINI
Menanti Keadilan Pendidikan untuk Madrasah Aliyah di Banten

Menanti Keadilan Pendidikan untuk Madrasah Aliyah di Banten

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:58

Masuknya MA swasta ke dalam Program Sekolah Gratis sejatinya merupakan langkah yang sudah semestinya dilakukan. Madrasah Aliyah merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi berilmu

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill