Connect With Us

Sebelum Tewas Terbakar, Zidni Pernah Diasuh Dinsos Tangsel

Rachman Deniansyah | Senin, 18 November 2019 | 20:34

Garis Police Line terpasang di tempat kejadian kebakaran kontrakan di Gang Sayur Asem RT 14/04, Setu, Tangerang Selatan. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Zidni, 10, seorang anak berkebutuhan khusus yang menjadi korban kebakaran di Gang Sayur Asem RT 14/04, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (17/11/2019) pernah diasuh oleh Dinas Sosial (Dinsos) Tangsel.

Diketahui, Zidni tewas dalam keadaan terpasung. Ia tak mampu melarikan diri saat kebakaran terjadi. 

Sebelum tewas terbakar, Zidni sempat menjadi anak asuh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangsel. Ia pernah dirawat di Rumah Singgah Dinsos Tangsel, Jalan Masjid Al-Latif, Kademangan, Setu, Tangsel.

"Ya, Zidni pernah dijemput, dirawat, dan dilayani di Rumah Singgah karena kondisi disabilitas mental dan fisik serta keadaan kemampuan ekonomi orang tuanya yang kesulitan," jelas Kepala Dinsos Wahyunoto Lukman saat dihubungi, Senin (18/11/2019).

Wahyunoto menjelaskan, perawatan telah diberikan kepada Zidni karena saat ditemukan tengah dipasung orang tuanya dengan kondisi yang sangat mengenaskan.

"Dibawa Dinsos karena tubuhnya kotor tanpa busana bahkan berlumuran kotoranya sendiri," ungkapnya. 

Baca Juga :

 

Selama dirawat, kata Wahyu, Zidni dibersihkan, diberi pakaian, dan dilayani kebutuhan makanan serta gizinya.

"Pelayanan di Rumah Singgah bersifat sementara maksimal tujuh hari, dan akan diteruskan untuk pelayanan lanjut ke panti sosial Provinsi Banten," katanya. 

Namun, sebelum perawatan di lanjutkan ke panti sosial, orang tua Zidni meminta untuk mengasuhnya kembali.

"Janji orang tua Zidni akan menyayangi dan mengasuhnya sebagaimana mestinya, maka Dinsos tidak punya alasan untuk tidak mengembalikan Zidni kepada orang tuanya," imbuhnya. 

Wahyu menyebut, selama Zidni dipulangkan, pihaknya tetap melakukan pengawasan.

"Kita tidak melihat kondisi Zidni dipasung dan dirantai, tapi sesekali ketika orang tuanya sibuk, Zidni ditinggal di kamar agar tidak kemana-mana dan mengganggu orang lain," tutur Wahyu. 

Selepas itu, kata Wahyu, pihaknya menyerahkan sepenuhnya Zidni untuk dirawat orang tuanya. 

Namun, takdir berkata lain. Zidni harus mengalami kejadian yang mengenaskan. Ia tewas terbakar di kontrakannya saat seorang diri dengan keadaan terpasung.(RMI/HRU)

KOTA TANGERANG
PLN UP3 Cikokol Edukasi Siswa SMAN 2 Tangerang soal Listrik Aman dan Energi Bersih

PLN UP3 Cikokol Edukasi Siswa SMAN 2 Tangerang soal Listrik Aman dan Energi Bersih

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:35

PT PLN (Persero) UID Banten melalui UP3 Cikokol menggelar program PLN Goes To School di SMA Negeri 2 Kota Tangerang.

KAB. TANGERANG
Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:46

Seorang siswi SMK berusia 16 tahun asal Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) yang dilaporkan kabur ke apartemen kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, diduga korban kekerasan seksual warga negara China.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill