Dekati Kawasan Hunian, COURTS Buka Gerai One-Stop Shopping di Bintaro Xchange
Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40
Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.
TANGERANGNEWS.com-Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan masyarakat untuk menebang pohon bambu yang tumbuh di sekitar lokasi rawan longsor.
"Saya minta BPBD, Camat dan masyarakat untuk melakukan penebangan pohon-pohon karena khawatir saat longsor membawa beban yang terlampau berat," ucap Benyamin di Puspemkot Tangsel, Jalan Maruga Raya, Ciputat, Tangsel, Selasa (3/12/2019).
Selain menebang pohon, Benyamin juga mengimbau kepada masyarakat untuk berkonsultasi jika ingin membangun turap, atau pondasi di sekitar lokasi rawan longsor.
"Yang tidak kalah penting, saya juga minta ke Dinas Pekerjaan Umum, kalau masyarakat ingin buat turap konsul ke kita takutnya salah hitung. Selama ini masyarakat enggak ada konsultasi. Secara mandiri saja, paling cuma pakai hitungan tukang," katanya.
Baca Juga :
Pernyataan Benyamin itu karena ambrolnya turap yang mengakibatkan Anggi Febriyanti, 26 tewas tertimbun saat longsor di wilayah Kademangan, Setu, Tangsel, Senin (2/12/2019) kemarin.
Longsor yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB itu disinyalir terjadi karena dipicu oleh pergeseran tanah dan hujan lebat yang mengguyur sejak siang hari.
Saat itu, korban yang membonceng putranya, DA, 3 tahun tengah melintas dengan sepeda motor. Namun, tiba-tiba, turap diatasnya ambrol dan menimpa keduanya. Korban yang sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat nyawanya tidak tertolong. Sementara, buah hati korban pun mengalami luka-luka.(RMI/HRU)
Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.
TODAY TAGKomisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.
Upaya mediasi yang dilakukan Polres Tangerang Selatan (Tangsel) dalam kasus dugaan ucapan tidak menyenangkan oleh seorang guru SD berakhir gagal.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews