ARYADUTA Country Club Gelar Tennis Coaching Clinic Digelar, Peserta Bisa Belajar Langsung dari Pelatih Internasional Coach Wibowo
Jumat, 4 September 2026 | 12:17
ARYADUTA Country Club akan menggelar Tennis Coaching Clinic pada 26–27 September 2026.
TANGERANGNEWS.com-Polsek Ciputat masih melakukan penyelidikan terkait jasad bayi yang ditemukan di bawah Flyover Ciputat, Jalan Ir. H. Juanda, Cipayung, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (15/12/2019) kemarin.
Kapolsek Ciputat Kompol Endy Mahandika mengatakan, penyelidikan kini tengah dilakukan, dengan memeriksa rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang di sekitar lokasi pembuangan jasad bayi malang itu.
"Kita masih melakukan penyelidikan. Hari ini aja sudah progres. Kita sudah periksa CCTV," kata Endy saat dihubungi, Senin (16/12/2019).
BACA JUGA:
Namun, lanjut Endy, sampai saat ini jajarannya masih melakukan pemeriksaan kepada beberapa saksi, serta CCTV lainnya.
"Tapi kita ini masih ingin memeriksa CCTV lainnya ini, karena CCTV yang kita dapat kurang jelas, tapi yang buang sudah ada (terlihat)," imbuhnya.
Sebelumnya, mayat bayi perempuan itu ditemukan di kolong flyover Ciputat pada pukul 8.00 WIB oleh seorang petugas kebersihan yang tengah bertugas.
Saat ditemukan, jasad bayi malang yang masih terdapat tali pusarnya itu terbungkus plastik berwarna hitam dan dibalut oleh daster oranye, yang diduga milik orang tuanya.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Polisi, mayat bayi tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati.(RAZ/RGI)
ARYADUTA Country Club akan menggelar Tennis Coaching Clinic pada 26–27 September 2026.
TODAY TAGPasar rumah tapak di kawasan Jabodetabek menunjukkan daya tahan yang positif sepanjang tahun 2026. Berdasarkan riset Leads Property, penjualan rumah tapak di wilayah ini mencapai 2.585 unit pada kuartal II 2026
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tengah mengerjakan pembangunan turap dan bronjong di tiga titik wilayah rawan banjir dan longsor.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews