Warga Kronjo Tewas Tersengat Arus Listrik saat Banjir
Selasa, 27 Januari 2026 | 12:08
Seorang warga yang berasal dari Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, tewas karena tersengat arus listrik, pada Sabtu 24 Januari 2026.
TANGERANGNEWS.com-Kejadian unik terjadi saat bencana banjir setinggi atap rumah menimpa seluruh Perumahan Pesona Serpong, Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangsel, Rabu (1/1/2020).
Saat TangerangNews.com meninjau seluruh lokasi banjir bersama tim evakuasi, terdapat seorang warga bernama Umi yang enggan dievakuasi dengan alasan ingin menjaga hewan peliharaannya.
"Ini ada hewan peliharaan, saya jaga peliharaan saya aja, kucing. Kasihan," katanya yang sedang berlindung di lantai dua rumahnya.

Bahkan, saat dirayu untuk dievakuasi menggunakan perahu karet, Umi justru tetap menggelengkan kepalanya. "Enggak mas, enggak apa apa," jawabnya.
Hal serupa juga ditemui di lokasi yang tidak jauh. Terdapat seorang pria paruh baya yang enggan diselamatkan. "Biarin saja, saya sudah menyerah hidup juga. Biarin saja. Doakan saja," katanya.
Baca Juga :
Bahkan, saat ditanyakan terkait ketersediaan makanan, ia pun tak memilikinya. Namun, ia tetap memilih bertahan di lantai dua rumahnya.
Melihat hal itu saat meninjau lokasi, Wakil Wali Kota Benyamin Davnie merasa prihatin.
"Masih ada beberapa warga yang belum mau mengungsi. Tapi masih akan terus dilakukan upaya-upaya persuasif pada mereka, karena malam tidak ada listrik," ujarnya.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada, baik terkait rendaman air banjir, atau serangan hewan liar. "Terutama terhadap serangan hewan yang berbahaya, seperti ular berbisa," pungkasnya.(RMI/HRU)
Seorang warga yang berasal dari Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, tewas karena tersengat arus listrik, pada Sabtu 24 Januari 2026.
TODAY TAGPergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews