Connect With Us

Ulat Bulu Resahkan Warga Serua, Ini Kata Anggota DPRD

Rachman Deniansyah | Rabu, 15 Januari 2020 | 21:55

Ulat Bulu. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan Sri Lintang Rosi Aryani angkat bicara soal wabah ulat bulu yang belakangan ini mulai meresahkan warga Kota Tangerang Selatan. 

Menurutnya, wabah ulat bulu yang biasanya muncul saat musim penghujan perlu menjadi perhatian. Sebab sepakan terakhir pun, wabah ulat bulu itu sudah mulai meresahkan warga Tangsel, seperti yang terjadi di Perumahan Hakiki RT 05/02, Serua, Ciputat, Tangsel.

"Kalau wabah ulat bulu meluas, misalnya hampir di setiap kecamatan perlu dianggarkan, namun tidak terlalu besar," ujar Lintang saat dihubungi, Rabu (15/1/2020) malam. 

Terlebih, hingga kini Pemerintah Kota Tangerang Selatan belum memiliki cairan khusus pembasmi serangga, atau pestisida. 

Sebagai alternatif, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel, hanya bisa menyemprotkan ulat bulu dengan cairan foam atau zat kimia yang biasa dipakai untuk memadamkan kebakaran ringan. Alhasil, usaha pembasmian itu pun tak cukup berhasil. 

Baca Juga :

 

Namun, kata Lintang, jika memang serangan itu hanya terdapat di beberapa rumah, maka masyarakat bisa menggunakan beberapa cara sederhana. 

"Bisa dibasmi dengan memangkas dahan dan daun sumber ulat, kemudian dibakar," katanya. 

Selain itu, lanjut Lintang, untuk mencegah hewan  kecil itu masuk rumah, bisa juga diantisipasi dengan mengolesi oli bekas pada setiap bagian yang memungkinkan ulat bulu bisa masuk. 

"Karena ulat bulu tidak suka bau oli. Selanjutnya bisa ditambah dengan diseprot pestisida alami yang bisa dibuat sendiri, yaitu dengan mencampurkan air dengan sabun cair dan sagu," pungkasnya.(RMI/HRU)

BANTEN
16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:15

Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.

HIBURAN
6.700 Pelari Ramaikan Night Run Gading Serpong, Hidupkan Ekonomi Lokal dan Aksi Sosial 

6.700 Pelari Ramaikan Night Run Gading Serpong, Hidupkan Ekonomi Lokal dan Aksi Sosial 

Minggu, 11 Oktober 2026 | 10:14

Sebanyak 6.700 pelari meramaikan Gemilang KORPRI Night Run 2026 di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 10 Oktober 2026.

KOTA TANGERANG
Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta

Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta

Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:12

Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill