VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan
Senin, 21 September 2026 | 17:09
VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan open house dengan konsep berbeda melalui “Big Days, Open Doors”.
TANGERANGNEWS.com-Thayyibah, 28, wanita asal Madura yang tinggal di Jalan Kubis 1, Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan, tewas secara mengenaskan di tangan suaminya sendiri, Minggu (26/7/2020).
Dia ditemukan tewas dengan penuh luka lebam di sekujur tubuhnya akibat dipukuli oleh Ansari, 40, pria yang baru menikahinya beberapa bulan lalu.
Meski tergolong menjadi pengantin baru, Thayibah kerap menerima penyiksaan dari suaminya itu. Hal tersebut dituturkan salah satu tetangganya, Doni, 50.
"Ini penganiayaan berat kedua kalinya. Yang pertama pernah kabur ke warung sate (depan rumahnya). Suaminya enggak tahu. Istrinya (korban) itu pada biru-biru (lebam)," ungkap Dino saat menjadi saksi di Mapolsek Pamulang, Minggu (26/7/2020).
Sebagai tetangga, Dino dan warga lainnya menilai bahwa tersangka merupakan orang yang tempramen, terutama terhadap istrinya.
Baca Juga :
"Pokoknya ibu-ibu situ tahu (tersangka) galak sama istri. Bahkan pernah dibentak di depan orang, di depan pembeli, orangnya galak lah sama istrinya," katanya.
Namun, tindak kekerasan dalam rumah tangga yang kerap dialami Thayyibah tidak pernah diceritakan kepada tetangganya. Meski demikian, tetangga sekitar kerap mendengar tangisannya di malam hari.
"Warga sering dengar (korban) cuma nangis doang. Saya juga bingung ya, kok ditendang enggak nangis, enggak teriak. Kalo teriak kan kita bisa tolong. Korban enggak pernah cerita, dia pendiem," ujarnya.
Hal ini juga dibenarkan Kapolsek Pamulang Kompol Supiyanto saat ditanya TangerangNews di lokasi kejadian. "Berdasarkan keterangan empat saksi, beberapa hari lalu korban menangis dalam beberapa malam diduga dianiaya suaminya," pungkasnya. (RAZ/RAC)
VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan open house dengan konsep berbeda melalui “Big Days, Open Doors”.
TODAY TAGJenazah Surakman, 60, salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu 1 yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, dijadwalkan diterbangkan dari Bengkulu menuju di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, pada Kamis 24 September 2026.
Marah hebat, stres berat, hingga kecemasan berlebihan sering kali dianggap sebatas persoalan emosional atau psikologis biasa.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews