Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi
Jumat, 18 September 2026 | 20:40
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TANGERANGNEWS.com-Pihak Kepolisian meminta Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperbanyak pemasangan CCTV di area publik. Hal ini untuk mempermudah penegak hukum mengungkap kasus kejahatan.
Hal itu dipicu kesulitan Polres Tangsel mengungkap kasus pelecehan seksual yang terjadi selama setahun terakhir. Setidaknya dari enam kasus peremasan payudara, polisi baru bisa mengungkap satu kasus. Minimnya alat bukti membuat petugas kesulitan mengungkap pelaku.
"Kami berikan (masukan) ke pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk bisa memasang CCTV," ucap Waka Polres Tangsel Kompol Stephanus Luckyto di Mapolres Tangsel, Senin (19/10/2020).
Baca Juga :
Rekaman CCTV, ditegaskannya, sangat membantu pihaknya untuk mengindentifikasi pelaku kejahatan.
"Karena itu sebagai alat petunjuk yang sangat valid dan shahih (sah) di dalam mengungkap siapakah pelaku kejahatan itu," katanya.
Upaya yang dilakukan Polres Tangsel untuk meminimalisir kejahatan yang merugikan kaum wanita itu, yakni meningkatkan pengamanan di lokasi yang sering terjadi kejahatan tersebut.
"Polres Tangerang Selatan bersama jajaran Polsek akan meningkatkan kekuatan jumlah personel dalam rangka mengamankan aktivitas masyarakat, entah itu melaksanakan olahraga, maupun sejenisnya," katanya. (RMI/RAC)
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TODAY TAGPanggung Community Club Paramount Petals diramaikan aksi 86 anak dan remaja yang tampil bak idol dalam Paramount Petals Kids Dance Competition 2026.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memastikan tidak akan memberikan pendampingan maupun bantuan hukum kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Tangerang, Ana Supriyatna.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews