Connect With Us

Curanmor Ditelanjangi, Tewas, Dibuang ke Tempat Sampah di Serpong Tangerang Selatan

Rachman Deniansyah | Selasa, 5 Januari 2021 | 16:22

Tampak pelaku pencuri sepeda motor lari terbirit-birit setelah aksinya dipergoki oleh warga di kontrakan di Jalan Jamad, Gang Rais, Buaran, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (5/1/2021). (TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Satu dari dua pelaku pencuri sepeda motor di kontrakan di Jalan Jamad, Gang Rais, Buaran, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (5/1/2021) berhasil tertangkap dan menjadi bulan-bulanan massa hingga tewas. 

Pelaku yang belakangan diketahui berinisial F itu, ditelanjangi. Kemudian dikeroyok hingga tewas dan jasadnya dibuang ke tumpukkan sampah. Sementara pelaku lainnya, berhasil melarikan diri. 

Kapolsek Serpong Kompol Supriyanto menjelaskan, pelaku akhirnya tewas usai mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. 

"Yang bersangkutan dibawa RS Polri. Saat sampai, pelaku langsung ditangani tim dokter kurang lebih selama satu jam. Setelah itu pelaku dinyatakan meninggal dunia," ujar Supriyanto di Mapolsek Serpong, Tangsel. 

Ia mengatakan, pelaku tewas akibat kondisi kritis yang dialaminya usai menjadi bulan-bulanan massa. 

"Saat diamankan pelaku menagalami luka cukup serius. Pelaku tidak dapat dimintai keterangan, karena sudah tak bisa berkomunikasi," tuturnya. 

BACA JUGA : Maling Gagal Beraksi, Motor Tertinggal Sampai Dikeroyok Warga di Buaran

Ia menyebut bahwa pelaku merupakan komplotan pencuri yang berasal dari wilayah Rumpin, Bogor.

"Pelaku inisial F ini berasal dari Bogor, tepatnya dari Rumpin. Kami masih dalami keterlibatan pelaku satu orang lainnya dan masih dalam pengejaran," tuturnya.

Sebelumnya, pelaku berinisial F dan satu rekannya menjalankan aksinya dengan mencuri satu unit sepeda motor Honda Beat Street milik penghuni kontrakan di kawasan Jalan Jamad, Gang Rais, Buaran, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (5/1/2021).

Namun saat beraksi, nasib sial justru dialami keduanya. Selain gagal mencuri, mereka justru harus meninggalkan satu unit kendaraan miliknya akibat diteriaki warga.

TANGSEL
Gantikan Toa Masjid yang Ditembak, Stafsus Menag Imbau Warga Tak Terprovokasi dan Serahkan Kasus ke Polisi

Gantikan Toa Masjid yang Ditembak, Stafsus Menag Imbau Warga Tak Terprovokasi dan Serahkan Kasus ke Polisi

Rabu, 4 November 2026 | 21:17

Staf Khusus Menteri Agama (Stafsus Menag) Gugun Gumilar turun tangan merespons insiden rusaknya pengeras suara Masjid Al-Falah di Komplek Alvita, Pondok Sawah Indah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akibat ditembak seorang warga.

OPINI
Menagih Integrasi Perencanaan Kota dari Kasus Jalan Teuku Umar

Menagih Integrasi Perencanaan Kota dari Kasus Jalan Teuku Umar

Rabu, 4 November 2026 | 19:24

Pembangunan infrastruktur perkotaan sering kali menjadi panggung paling transparan dalam menguji efektivitas tata kelola pemerintahan daerah. Ruang publik dan fasilitas jalan bukan sekadar struktur fisik dari bahan semen dan aspal

BANTEN
Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Senin, 2 November 2026 | 18:33

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bertahap yang menimpa sekitar 2.000 pekerja akibat penutupan pabrik sepatu PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sinyal bahaya bagi keberlangsungan iklim investasi daerah.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill