Connect With Us

Monyet Liar Sudah Serang 4 Bocah di Puspiptek Tangsel

Rachman Deniansyah | Kamis, 28 Januari 2021 | 14:39

Tampak kawanan monyet liar masuk pemukiman di kawasan Perumahan Dinas Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Muncul, Setu, Tangerang Selatan. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Warga Perumahan Puspiptek, Muncul, Setu, Kota Tangerang Selatan mulai merasa resah dengan keberadaan monyet liar yang kerap masuk ke rumah hingga menyerang anak kecil.

Setidaknya dalam waktu sepekan ini, sudah terdapat empat bocah yang menjadi korban keberingasan hewan liar tersebut. 

Keempat bocah pun mengalami luka yang cukup serius akibat serangan itu.

Terakhir, keberingasan monyet liar tersebut telah membuat Rasyikul Zafran, bocah berusia lima tahun mengalami luka di kedua tangannya hingga harus mendapati 23 jahitan.

Zafran diserang saat bermain di halaman belakang kediamannya, Rabu (27/1/2021) kemarin.

Orang tua korban, Bambang Wisnu mengatakan selain buah hatinya tersebut, sudah terdapat tiga bocah lainnya yang telah menjadi korban keganasan monyet liar.

"Dapat informasi dari dokter yang menangani anak saya, untuk pekan ini saja sudah ada empat anak yang diserang sama monyet," ujar Bambang, Kamis (28/1/2021). 

Sebab, kawanan monyet liar memang kerap kali terlihat di kawasan perumahan.

"Kalau kawasan Puspiptek ini, di depan komplek memang banyak monyet liar ya, tidak tahu itu dari mana. Jadi di sana ada banyak monyet, jadi kadang-kadang ada pengunjung datang itu ngasih makanan gitu," tuturnya. 

Atas kondisi demikian, Bambang sangat berharap agar pihak terkait dapat peduli terhadap keberadaan satwa liar tersebut.

"Saya berharap agar monyet di sini dapat direlokasi dan ditempatkan di tempat yang sesuai agar masyarakat terlindungi," harapnya.

Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat, Nahdi menyebut kawanan satwa liar itu memang telah ada sejak lama. 

"Dulu mungkin dia migrasi ya dari Bogor atau dari mana gitu. Tapi ya dulu enggak banyak, sudah dari sekitar tahun 2000-an. Kelihatan ada 10 sampai 20 ekor terus banyak sampai sekarang," katanya. 

Bahkan, terkadang kawanan monyet liar tersebut masuk ke area perkantoran. 

Lebih mengerikan lagi, Nahdi mengatakan bahwa kini kawanan monyet liar kerap kali masuk ke perumahan warga. 

"Penyerangan satu pekan ini, di sini satu, di belakang satu ada yang kena juga satu di perbatasan sana juga ada satu. Korbannya anak kecil semua," ujar Nahdi. 

Bahkan tak jarang, sejumlah satwa liar tersebut juga nekat masuk mengacak-acak isi rumah warga. 

"Pernah masuk ke dalam (rumah) acak-acak dapur, pernah gitu di blok satu. Ibu-ibu laporan ada monyet masuk ke dapur, tapi untungnya enggak gigit orang," pungkasnya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh TangerangNews (@tangerangnewscom)

TEKNO
Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Selasa, 3 Februari 2026 | 20:28

Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

KOTA TANGERANG
Dicibir Netizen, Pemkot Tangerang Jelaskan Alasan Perbaikan Jalan Rusak Pakai Paving Block

Dicibir Netizen, Pemkot Tangerang Jelaskan Alasan Perbaikan Jalan Rusak Pakai Paving Block

Rabu, 4 Februari 2026 | 23:51

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menjelaskan alasan penggunaan paving block untuk memperbaiki jalan rusak di Kota Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill