Connect With Us

2 Pelajar SMK di Tangerang Temukan Listrik dari buah

Mohamad Romli | Senin, 28 Agustus 2017 | 23:00

| Dibaca : 3618

Tampak pararel aliran Energi listrik dari buah maja. (@TangerangNews2017 / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Sumber energi listrik alternatif terbarukan terus bermunculan untuk menggantikan energi yang berasal dari fosil yang persediaannya semakin menipis. Salah satu energi alternatif berhasil ditemukan oleh dua siswa SMK Taruna Karya, Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Energi listrik dari buah maja tersebut ditemukan oleh Arif Setiawan, 16, dan Bagus Dwi Putra, 16. Keduanya pelajar kelas 2 jurusan mekanik industri di SMK Taruna Karya. Arif mengatakan, awalnya ia melakukan serangkaian penelitian untuk menguji beberapa buah yang mengandung listrik dibawah bimbingan salah seorang guru disekolah tersebut.

"Awalnya kami menggunakan buah belimbing. Namun ternyata arus listrik yang dihasilkan tidak terlalu besar, lalu guru pembimbing kami menyarankan menggunakan buah maja," ujarnya, Senin (28/8/2017). BACA JUGA : Pelajar Belanda Belajar Membatik di SMAN 2 Tangerang

PELAJAR

Arif Setiawan, 16, dan Bagus Dwi Putra, 16, Dua Pelajar SMK Taruna Karya, Cikupa, yang berhasil mebuat karya Energi listrik dari buah maja, Senin (28/8/2017).

Setelah dilakukan percobaan, ternyata mereka mendapatkan hasil buah maja memang mengandung energi listrik. Dengan peralatan sederhana seperti gunting seng dan gunting kertas, tang kombinasi dan tang kabel, pisau carter, obeng, penggaris, palu, sendong makan dan multitaster digital, mereka berhasil membuat satu rangkaian perlengkapan untuk menghasilkan listrik dari buah maja tersebut.

Bahan percobaan sederhanan yang digunakan diantaranya gelas ukuran 300 cc, bambu dengan tinggi 12 cm dan diameter 8 cm, seng plat 0,2 mm, karet sandal, tembaga lempengan, penjepit accu dan buah maja.

"Isi buah maja dimasukkan kedalam gelas atau bambu, kemudian masukkan potongab plat seng dan ditengahnya masukkan tembaga. Lalu pasang kabel penjepi sebagai media penghubung antar gelas yang akan menjadi rangkaian seri," jelasnya.

karya

Inilah hasil karya Energi listrik dari buah maja.

Dari rangkaian itu, energi listrik yang dihasilkan dari setiap gelas sebesar satu volt untuk waktu empat jam.  Selain itu dapat menghasilkan listrik kembali setelah diistirahatkan untuk waktu yang tak begitu lama. BACA JUGA : Lomba Duta Baca, Upaya DPAD Kota Tangerang Pertahankan Budaya Baca

"Rangkaian ini bisa digunakan untuk melakukan isi ulang daya di handphone, jam dan senter," tambahnya. Sisi praktis dari penemuan listrik dari buah maja ini menurut Bagus, rekan Arif, bisa dimanfaatkan ketika berada didaerah pedalaman yang tidak ada akses listrik.

Saat ini, pihaknya masih melakukan serangkaian penelitian untuk meningkatkan daya yang bisa dihasilkan. "Saat ini baru sebatas bisa untuk menyalakan lampu LED, jam dinding, charger handphone, lampu petromak, lampu tempel. Mudah-mudahan masih bisa terus dikembangkan," tandasnya. (DBI)

PROPERTI
Astra Tol Tamer Siap Sambut Libur Panjang Imlek 2018

Astra Tol Tamer Siap Sambut Libur Panjang Imlek 2018

Senin, 19 Februari 2018 | 12:00

TANGERANGNEWS.com-Menghadapi libur Imlek 2018, ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak (ASTRA Tol Tamer) siap memberikan pelayanan terbaik untuk pengguna jalan. Baik peningkatan pelayanan transaksi, maupun kondisi jalan hingga pelayanan keamanan.

BANTEN
Tawuran Pelajar di Tangsel Disorot Gubernur, WH: Jangan Terulang Lagi!

Tawuran Pelajar di Tangsel Disorot Gubernur, WH: Jangan Terulang Lagi!

Kamis, 2 Agustus 2018 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Tawuran dua kelompok pelajar di Jalan Raya Puspitek, Kecamatan Setu, Tangsel, Selasa (31/7/2018) disorot Gubernur Banten, Wahidin Halim. Bahkan, sosok yang akrab disapa WH itu terjun langsung ke dua sekolah yang terlibat.

BISNIS
1.000 Gaun Pengantin Bebas Dicoba di Wedding Bazzar Tangerang

1.000 Gaun Pengantin Bebas Dicoba di Wedding Bazzar Tangerang

Minggu, 5 Agustus 2018 | 17:00

TANGERANGNEWS.com-Lebih dari seribu gaun pengantin wanita dipamerkan dalam 'Wedding Bazaar' di Ballroom The Spring Gading Club Serpong, Kabupateng Tangerang, pada tanggal 3-5 Agustus 2018.

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie