Connect With Us

Summarecon Sumbang Ilmu Bisnis Properti Melalui Pradita Institute

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 29 Agustus 2017 | 20:00

Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P Adhi (Kiri), Ketua Yayasan Pendidikan Inti Prima Bangsa Sudino Lim (Tengah) dan Rektor Pradita Institute Prof. R Eko lndrajit (Kanan), saat meresmikan Pradita Institute di Tangerang, Senin (29/8/2017). (@TangerangNews2017 / Rangga)

TANGERANGNEWS.com-PT Summarecon Agung Tbk meluncurkan perguruan tinggi Pradita Institute yang berlokasi di Jalan Gading Serpong Boulevard, Scientia Business Park, Tower I Blok 0/1, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Senin (28/8/2017).

Kampus tersebut akan mengajarkan pengalaman bisnis properti Summarecon selama 42 tahun ke dalam kurikulumnya. Sehingga para mahasiswa tidak hanya belajar terori, tapi juga ilmu yang telah diimplementasikan Summarecon dalam dunia kerja.

Adapaun program studi yang ditawarkan Pradita Institute antara Iain, S1 Arsitektur, S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Desain Interior, S1 Perencanaan Wilayah, S1 Teknik Sipil, S1 Sistem Informasi, S1 Teknik Informatika dan S1 Pariwisata & Perhotelan. BACA JUGA : Kota Tangerang Tuan Rumah Pameran Industri Teknologi Tingkat Provinsi

“Berdirinya Pradita Institute menjadi salah satu upaya kami dalam mewujudkan visi perusahaan yaitu memenuhi tanggung jawab sosial dan juga misi mengembangkan sumber daya manusia yang berkulitas tinggi. Melalui Pradita Institute, kami akan mendharmabaktikan pengalaman selama 42 tahun dalam mengelola dan membangun bisnis properti kepada dunia pendidikan,” kata Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P Adhi.

Menurut Adrianto, bedanya Pradita Institute dengan perguruan tinggi lain yakni dalam sistem pembelajarannya disupport 100 persen oleh Summarecon. Sehingga, para mahasiswa yang ingin belajar praktek, membuat project atau magang, akan dibantu sepenuhnya oleh Summarecon.

“Contohnya mahasiswa jurusan Teknik Sipil hendak belajar praktek tentang beton, tidak mesti di Lab kampus, tapi bisa juga di proyek yang sedang dikerjakan di kawasan Summarecon, baik itu apartemen atau perumahan. Selain itu, dalam aktivitas belajar mengajar nanti, mahasiswa Pradita dibimbing Iangsung oleh para SDM profesional yang bekerja di Summarecon,” katanya.

Hal ini, kata dia, merupakan upaya untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tentang apa yang akan dikerjakannya dalam dunia kerja nantinya. Pasalnya, kelemahan dalam sistem belajar di kampus saat ini yakni apa yang dipelajari kerap berbeda dengan dunia nyata. “Jadi sebelum mereka (mahasiswa) lulus, mereka sudah tau mau jadi apa,” jelas Adrianto.

Sementara Rektor Pradita Institute Prof. R Eko lndrajit mengatakan, dengan formulasi program ini, mahasiswa Pradita Institute, dari mulai semester awal akan memiliki pengalaman dan akses langsung ke dunia kerja dan industri yang diminati. BACA JUGA : Tips Maksimalkan Penggunaan Teknologi Terkini saat Traveling

“Di bulan Agustus 2017, Pradita Institute juga telah membuka penerimaan mahasiswa baru untuk tahun ajaran 2018-2019. Adapun jalur penerimaan mahasiswa baru yang disiapkan beragam, muIai dari beasiswa hingga bebas uang pangkal, jalur tes maupun jalur prestasi baik akademik maupun non akademi,” jelas Eko.(RAZ)

TOKOH
Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:56

Sektor fesyen dan alas kaki merupakan salah satu industri kreatif yang masih potensial. Salah satunya digeluti Agus Eliawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Gokil.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

KAB. TANGERANG
Banyak Warga Nikah Siri, 1.000 Pasangan di Kabupaten Tangerang Ditarget Ikut Isbat Nikah

Banyak Warga Nikah Siri, 1.000 Pasangan di Kabupaten Tangerang Ditarget Ikut Isbat Nikah

Kamis, 14 Mei 2026 | 17:51

Fenomena pernikahan siri atau pernikahan yang belum tercatat secara negara masih banyak ditemukan di tengah masyarakat Kabupaten Tangerang, terutama pasangan lanjut usia.

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill