Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?
Senin, 20 April 2026 | 19:56
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TANGERANGNEWS.com-PT Summarecon Agung Tbk meluncurkan perguruan tinggi Pradita Institute yang berlokasi di Jalan Gading Serpong Boulevard, Scientia Business Park, Tower I Blok 0/1, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Senin (28/8/2017).
Kampus tersebut akan mengajarkan pengalaman bisnis properti Summarecon selama 42 tahun ke dalam kurikulumnya. Sehingga para mahasiswa tidak hanya belajar terori, tapi juga ilmu yang telah diimplementasikan Summarecon dalam dunia kerja.
Adapaun program studi yang ditawarkan Pradita Institute antara Iain, S1 Arsitektur, S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Desain Interior, S1 Perencanaan Wilayah, S1 Teknik Sipil, S1 Sistem Informasi, S1 Teknik Informatika dan S1 Pariwisata & Perhotelan. BACA JUGA : Kota Tangerang Tuan Rumah Pameran Industri Teknologi Tingkat Provinsi
“Berdirinya Pradita Institute menjadi salah satu upaya kami dalam mewujudkan visi perusahaan yaitu memenuhi tanggung jawab sosial dan juga misi mengembangkan sumber daya manusia yang berkulitas tinggi. Melalui Pradita Institute, kami akan mendharmabaktikan pengalaman selama 42 tahun dalam mengelola dan membangun bisnis properti kepada dunia pendidikan,” kata Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P Adhi.
Menurut Adrianto, bedanya Pradita Institute dengan perguruan tinggi lain yakni dalam sistem pembelajarannya disupport 100 persen oleh Summarecon. Sehingga, para mahasiswa yang ingin belajar praktek, membuat project atau magang, akan dibantu sepenuhnya oleh Summarecon.
“Contohnya mahasiswa jurusan Teknik Sipil hendak belajar praktek tentang beton, tidak mesti di Lab kampus, tapi bisa juga di proyek yang sedang dikerjakan di kawasan Summarecon, baik itu apartemen atau perumahan. Selain itu, dalam aktivitas belajar mengajar nanti, mahasiswa Pradita dibimbing Iangsung oleh para SDM profesional yang bekerja di Summarecon,” katanya.
Hal ini, kata dia, merupakan upaya untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tentang apa yang akan dikerjakannya dalam dunia kerja nantinya. Pasalnya, kelemahan dalam sistem belajar di kampus saat ini yakni apa yang dipelajari kerap berbeda dengan dunia nyata. “Jadi sebelum mereka (mahasiswa) lulus, mereka sudah tau mau jadi apa,” jelas Adrianto.
Sementara Rektor Pradita Institute Prof. R Eko lndrajit mengatakan, dengan formulasi program ini, mahasiswa Pradita Institute, dari mulai semester awal akan memiliki pengalaman dan akses langsung ke dunia kerja dan industri yang diminati. BACA JUGA : Tips Maksimalkan Penggunaan Teknologi Terkini saat Traveling
“Di bulan Agustus 2017, Pradita Institute juga telah membuka penerimaan mahasiswa baru untuk tahun ajaran 2018-2019. Adapun jalur penerimaan mahasiswa baru yang disiapkan beragam, muIai dari beasiswa hingga bebas uang pangkal, jalur tes maupun jalur prestasi baik akademik maupun non akademi,” jelas Eko.(RAZ)
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TODAY TAGPerjuangan Kartini terus berlanjut hingga era masa kini dengan bermunculan penerus semangat Kartini di berbagai wilayah di Indonesia. Salah satunya Rina Rahmayanti, pendiri Rinara Batik dari Cilegon, Banten.
Kekalahan kembali dialami Persita Tangerang saat bertandang ke markas Persik Kediri dalam lanjutan pekan ke-28 Super League 2025/2026, Minggu, 19 April 2026, sore WIB.
Pemerintah resmi menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) untuk RUU PPRT kepada DPR RI pada Senin, 20 April 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews