Jangan Sepelekan Nyeri Sendi Pagi Hari! Kenali Gejala dan Bahaya Rheumatoid Arthritis
Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:57
Sebagian besar masyarakat sering menganggap nyeri sendi sebagai keluhan ringan akibat kelelahan fisik atau cedera biasa.
TANGERANGNEWS.com-DPRD Kabupaten Tangerang menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Rekomendasi DPRD kepada Bupati Tangerang tentang LKPJ Bupati 2018 di Gedung DPRD setempat, Kamis, (11/4/2019).
Dalam rekomendasi yang dibacakan Wawan Hermawan dari Fraksi Golkar, lembaga legislatif tersebut menilai pembangunan di Kabupaten Tangerang sudah berjalan sesuai koridor. Beberapa hal yang disebutkan diantaranya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan serta penurunan angka kemiskinan. Baca Juga : Prabowo-Sandi Menang
"Kebijakan pemerintah daerah sudah sesuai dengan apa yang kita harapkan dan perlu kita beri apresiasi yang tinggi, terlebih Pemkab Tangerang telah menorehkan berbagai penghargaan yang membanggakan," ucap wawan.
Namun, disamping itu, DPRD juga menyoroti belum optimalnya penyerapan APBD melalui belanja daerah sehingga berdampak SILPA.
Sementara itu Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota dan Pimpinan DPRD yang menurutnya telah bekerja maksimal dalam mengawasi proses pembangunan.
"Rekomendasi yang diberikan oleh Dewan pada Tahun Anggaran 2018 akan kami tindaklanjuti dan jadikan bahan evaluasi serta masukan agar seluruh proses pembangunan di Kabupaten Tangerang bisa terus berjalan semakin gemilang," ujarnya.(MRI/RGI)
Sebagian besar masyarakat sering menganggap nyeri sendi sebagai keluhan ringan akibat kelelahan fisik atau cedera biasa.
TODAY TAGSebuah taman kota multifungsi dengan bentangan jalur sungai sepanjang 1,5 kilometer yang dikelilingi lanskap tropis rimbun kini hadir di BSD City, Tangerang.
Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews