Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANGNEWS.com-Letnan dua (Letda) A. S Manik, Personel Kodim 0506 Tangerang berhasil mematahkan stigma mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) itu susah.
Pria berusia 54 tahun itu memperoleh nilai terbaik ujian teori dan praktik di Satuan Pelayanan SIM (Satpas) 1548, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tangerang, Senin (1/7/2019).
Manik yang datang ke lokasi menggunakan seragam lengkap anggota TNI itu pun diganjar hadiah satu buah helm oleh Kasat Lantas Polresta Tangerang Kompol Ari Satmoko.
"Pak Manik ini membuktikan bahwa mengurus SIM itu mudah. Beliau meraih nilai ujian teori dan praktik pada hari ini. Kami berikan hadiah berupa helm," kata Ari.
BACA JUGA:
Ditanya bagaimana ia bisa memperoleh nilai terbaik, Manik mengatakan bahwa ia tidak mengalami kesulitan saat mengisi soal ujian teori maupun saat uji praktik.
Pasalnya, ia yang mengurus SIM C sebagai syarat untuk pemotor itu telah mempersiapkan diri sebelum datang ke lokasi.
"Setiap hari menggunakan sepeda motor, semestinya sudah paham baik rambu-rambu lalu lintas maupun praktik memhendarainya," kata Manik.
Manik juga mengatakan, anggapan sulitnya mengurus SIM sebenarnya hanya stigma. Sehingga, ia mengimbau warga tidak menggunakan jasa perantara atau calo saat mengurus SIM.
"Pelayanan SIM sekarang sudah baik, mudah dan cepat," imbuhnya.
Selain itu, pada kesempatan yang sama, 5 orang pemohon lainnya mendapatkan hadiah serupa. Bedanya, hari lahir mereka bertepatan dengan ulang tahun Bhayangkara pada 1 Juli ini.(RAZ/RGI)
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGBadan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
Nama Kampung Pakojan di Kota Tangerang ternyata memiliki sejarah yang berkaitan erat dengan perjalanan seorang tokoh agama yang pernah menimba ilmu di kawasan Pakojan, Jakarta Barat.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews