Mutasi Kendaraan Masuk Banten Dapat Diskon 20 Sampai 40 Persen
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:18
Kabar baik bagi masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor dari luar Provinsi Banten dan berencana melakukan mutasi masuk.
TANGERANGNEWS.com-Satuan Lalu Lintas Polresta Tangerang memberikan bantuan tali asih untuk bayi mungil yang ditemukan warga, di dalam kardus kemasan air mineral di Kampung Kaliasin, Desa Kaliasin, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Kamis (22/10/2020).
Kasat Lantas Polresta Tangerang AKP Roby Heri Saputra mengatakan, pihaknya tergerak untuk membantu bayi yang saat ini dirawat di Puskesmas Sukamulya.
"Mendengar kabar ada bayi yang ditemukan warga, kami tergerak. Kami menyayangkan peristiwa ini, karena bayi itu tidak berdosa," kata Roby, Sabtu (24/10/2020).
Bantuan tali asih yang diberikan diantaranya perlengkapan bayi seperti pakaian, popok, susu formula, dan perangkat untuk bayi lainnya.
Bantuan itu diserahkan ke pengurus Puskesmas yang saat ini menjaga dan merawat bayi malang itu.

Baca Juga :
Roby menambahkan, jajaran Polresta Tangerang masih menyelidiki peristiwa itu.
Dia berharap, kasus itu lekas terungkap agar dapat diketahui orang tua bayi, serta motif yang melatarbelakangi mereka membuang bayinya.
"Tentu bila sudah terungkap, harapannya agar bayi itu dapat diasuh dan dirawat keluarganya," kata Roby.
Roby melanjutkan, Satlantas Polresta Tangerang memastikan akan membantu bayi itu.
Dia juga berharap, agar si bayi dapat tumbuh dengan sehat dan dalam perawatan orang-orang yang menyayanginya.
"Bayi tentu jangan disia-siakan. Kami akan bantu dan semoga bayi itu dapat tumbuh sehat dalam asuhan orang-orang yang mencintainya," pungkasnya. (RAZ/RAC)
Kabar baik bagi masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor dari luar Provinsi Banten dan berencana melakukan mutasi masuk.
TODAY TAGSetelah hampir dua dekade bertumbuh di industri ritel Indonesia, PT Star Maju Sentosa secara resmi memperkenalkan Joysparks Group sebagai identitas korporat baru yang menaungi seluruh portofolio bisnis perusahaan.
Kebiasaan menggunakan perangkat digital telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari mengecek ponsel setelah bangun tidur, bekerja di depan komputer, hingga menghabiskan waktu dengan media sosial atau menonton tayangan melalui layar.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews