Ada Rumah Rasa Villa Mulai Rp400 Jutaan Hanya 25 Menit dari BSD
Kamis, 21 Mei 2026 | 23:28
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TANGERANGNEWS.com–Penangkapan belasan anggota gangster atau geng motor di wilayah Panongan, Kabupaten Tangerang diwarnai tangisan oleh anggota gerombolan tersebut yang rata-rata masih anak di bawah umur.
Warga Panongan berhasil ikut mengamankan sebanyak 18 anggota gangster yang kerap membuat onar di wilayahnya, Minggu 9 Januari 2022 dini hari. Mereka rata-rata masih di bawah umur. Saat diamankan, beberapa pemuda dan remaja bertelanjang dada sambil menangis ketakutan.
“Anggota Reskrim sama Intel Polsek Panongan yang mengejar para pelaku dengan dibantu warga juga," kata Kapolsek Panongan, Iptu Syamsul Bahri seperti dikutip dari Pmj, Senin 10 Januari 2022.
Di wilayah Polsek Panongan, dari total 18 orang yang diamankan, sebanyak sembilan di antaranya merupakan anak di bawah umur. Dari 18 orangtersebut, 11 orang ditetapkan sebagai tersangka.
Baca Juga :
Ke-11orang itu masing-masing berinisial RW 22, BI, 22, PJ, 17, NR, 17, AF, 17, AB, 15, YS, 16, AD, 15, ER, 17, HS, 15, dan RP,15. Mereka ditangkap di Jalan Raya Peusar, Desa Peusar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.
Adapun barang bukti yang diamankan yaitu empat bilah celurit, dua golok, dan delapan unit sepeda motor.
Syamsul mengatakan, belasan orang tersebut diamankan sekitar pukul 03.00 WIB. Para gangster yang tangkap belum sempat melancarkan aksinya, sehingga belum menimbulkan korban.
"Mereka belum melaksanakan aksinya, dan korban sementara belum ada,” tuturnya.
Seperti diberitakan, Polresta Tangerang dan jajaran menangkap sebanyak 28 anggota gangster pada Sabtu dan Minggu, 8-9Januari 2022 dari tiga wilayah berbeda, yaitu Panongan, Balaraja, dan Cikupa.
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TODAY TAGKota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kota Tangerang masuk dalam daftar daerah dengan panjang jalan terbesar di kawasan Jabodetabek tahun 2025.
Aksi pengendara motor yang sengaja menutup pelat nomor untuk menghindari tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mulai jadi perhatian serius Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews