Dua korban aksi jumping motor di Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Selasa 14 Juni 2022. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)
TANGERANGNEWS.com-HR, 13, korban tewas dalam kecelakaan sepeda motor di Jalan Boulevard Bundaran 5, Citra Raya, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Selasa 14 Juni 2022, pagi, ternyata tengah diantar temannya pulang ke rumah.
Berdasarkan informasi, HR yang duduk di bangku kelas 7 SMP ini diantar oleh ayahnya ke sekolah. Korban memang kerap diantar setiap hari, karena tidak bisa mengendarai sepeda motor.
Setelah sampai di sekolah, beberapa saat kemudian korban dikabarkan hendak kembali pulang ke rumahnya di Graha Segovia, RT03/06, Kecamatan Panongan. Diduga ia ingin mengambil sesuatu yang tertinggal di rumah.
Ia pun diantar oleh temannya NQ, 14, warga Perumahan Graha Roda Mutiara, RT03/04, Desa Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, dengan dibonceng sepeda motor Honda Vario nopol A-3874-VDX.
Namun ternyata, NQ membawa motor tersebut dengan ugal-ugalan. Di lokasi kejadian, ia sempat melakukan aksi jumping hingga motornya tak terkendali.
Sepeda motor itu pun naik ke trotoar dan menabrak bahu jalan. HR terpental dan kepalanya terbentur pohon hingga akhirnya tewas di tempat.
Sementara NQ juga mengalami luka berat di kepala. Ia dibawa ke Rumah Sakit Ciputra, Citra Raya, Panongan, untuk mendapat pertolongan. Kini kondisinya dikabarkan dalam keadaan kritis.
Puluhan pelatih cabang olahraga (Cabor) panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 Provinsi di Indonesia mendapatkan training camp dari pelatih kepala Némethy Horseback Archery Academy di Hungaria, Christoph Némethy.
Seorang pria berinisial J.R.A, 32, menggasak sepeda motor Honda Vario di kawasan Jalan Kemuning 3, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Mirisnya, hasil curian digunakan untuk main judi online (judol)
Empat bulan lebih karhutla melanda hutan Indonesia. Titik api pun tidak kunjung hilang walau pejuang damkar terus berupaya padamkan bara. Tidak sedikit api menyambar rumah warga, hingga mengungsi ke wilayah amhan walau harus kehilangan hunian mereka.