Bupati Tangerang Dukung Pendidikan Antikorupsi Masuk Sekolah
Selasa, 12 Mei 2026 | 00:59
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyoroti betapa pentingnya penanaman nilai antikorupsi sejak usia dini melalui dunia pendidikan.
TANGERANGNEWS.com-Seorang dept collector atau mata elang, ditembak saat hendak menyita sepeda motor di kawasan Oleg Balaraja, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis, 15 September 2022 itu. Akibat tembakan tersebut korban berinisial M, 22, menderita luka di dagu dan pundak kirinya.
Peristiwa itu berawal saat korban bersama tiga rekannya tengah memantau kendaraan yang nunggak. Kemudian lewat satu sepeda motor yang melintas dari arah Cangkudu, menuju kawasan industri Balaraja.
Baca Juga:
Toko Emas di ITC BSD Dirampok saat Salat Jumat
Korban mendapati jika kendaraan itu sebagai motor tunggakan. Lalu, Ia bersama rekannya pun berboncengan dengan dua motor mengikuti pelaku hingga Jalan Kawasan Oleg, Balaraja.
Di sana, korban dan temannya memberhentikan kendaraan pelaku yang saat itu sedang dibonceng temannya.
"Saat itu juga, pelaku yang belum diketahui identitasnya langsung mengeluarkan senjata api dan menembak korban," ujar Kapolsek Balaraja Kompol Yudha.
Baca Juga:
Sempat Buang Tembakan, Begini Cara Rampok Toko Emas ITC BSD Beraksi
Beruntung tembakan itu tidak mengenai organ viral, sehingga korban selamat meski dagu dan pundak kirinya luka. Usai menembak korban, pelaku dan temannya kabur. Sementara korban langsung dibawa rekannya ke rumah sakit.
"Saat ini masih kami selidiki lebih lanjut kasus penembakan itu dan memeriksa saksi di lokasi kejadian," ungkap Yudha.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyoroti betapa pentingnya penanaman nilai antikorupsi sejak usia dini melalui dunia pendidikan.
TODAY TAGKasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menargetkan sebanyak 329 unit rumah warga akan dibedah sepanjang 2026. Jumlah tersebut berdasarkan hasil seleksi dari tingkat urgensi di lapangan.
Memulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews