Connect With Us

KONI Kabupaten Tangerang Keberatan atas Keputusan Hakim Diskualifikasi Atlet Renang Raih Emas Porprov VI Banten

Achmad Irfan Fauzi | Sabtu, 26 November 2022 | 21:06

Dyah Wuri Sulistyati, Bidang Hukum KONI Kabupaten Tangerang saat ditemui TangerangNews seusai sidang putusan sengketa cabor renang Porprov VI Banten di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang, Sabtu, 26 November 2022. (Achmad Irfan Fauzi / @TangerangNews.com)

TANGERANGNEWS.com-Pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tangerang mengaku keberatan atas putusan Dewan Hakim Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Banten terkait sengketa 10 atlet cabang olahraga (cabor) renang.

"Kami tidak sependapat dengan keputusan dari Dewan Hakim, kami keberatan," jelas Dyah Wuri Sulistyati, Bidang Hukum KONI Kabupaten Tangerang saat ditemui TangerangNews seusai sidang putusan di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang, Sabtu, 26 November 2022.

Seperti diketahui, Dewan Hakim mengabulkan gugatan KONI Tangerang Selatan (Tangsel). Dalam keputusannya, Dewan Hakim mendiskualifikasi 10 atlet cabor renang Porprov VI Banten.

Dari 10 atlet yang dibatalkan keikutsertaannya dalam porprov tersebut, tiga atlet di antaranya membela Kabupaten Tangerang dan tujuh atlet lainnya mewakili Kabupaten Serang.

BACA JUGA: Putusan Dewan Hakim Porprov VI Banten: 10 Atlet Renang Didiskualifikasi dan Perolehan Medalinya Dicabut

Selain itu, Dewan Hakim juga memutuskan bahwa medali yang diperoleh atlet renang yang didiskualifikasi tersebut untuk dicabut.

Dyah mengungkapkan, jika dilihat dari legal standing pemohon bahwa atlet ini tidak terdaftar sebagai anggota KONI Tangsel, karena tidak ada nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) maupun perjanjian yang mengikat.

"Juga tidak ada uang pembinaan. Jadi, dia hanya mendapat tahun 2021, tetapi itu 2021 sampai sekarang (2022) tidak ada. Dan uang itu tidak jelas bukan dari KONI. Itu sebenarnya legal standing-nya itu jelas di situ," jelasnya.

BACA JUGA: Menang Gugatan Mutasi 10 Atlet Renang Porprov VI Banten, KONI Tangsel Puas!

Dyah menegaskan bahwa pihaknya keberatan atas keputusan Dewan Hakim. Sebab, tiga atlet renang yang membela Kabupaten Tangerang ini sudah lolos dari tim keabsahan.

"Kita sudah ada MoU dengan atlet itu. Atlet sudah mengajukan permohonan ke pengcab. Dan ini adalah pengcab, bukan anggota KONI. Kecuali kalau itu anggota KONI. Ini mereka hanya pengcab, kalau klub kan bisa kemana-mana," katanya.

Dia menuturkan, tiga atlet renang ini  juga sudah mengajukan permohonan untuk masuk ke Kabupaten Tangerang. Ketiganya juga telah berdomisili di Kabupaten Tangerang.

"Mereka sudah pindah domisili ke Kabupaten Tangerang. Bukti-bukti kita lengkap semuanya ada dan itu asli. Sedangkan bukti mereka (pemohon) itu kemarin fotokopi semua. Fotokopi kurang menjadi pertimbangan hukum menurut saya," jelasnya.

Dia mengutarakan, berdasarkan peraturan PRSI poin 15 dan 16 sudah jelas bahwa hanya perpindahan. "Karena ini kan tingkat provinsi, berdasarkan domisili, bukan mutasi. Kalau mutasi itu dari luar provinsi ke Banten memang harus mutasi, harus minta surat persetujuan pindah. Ini tidak ada kok. Hanya tercatat di klub," tegasnya.

LIHAT JUGA: Panpel Cabor Renang Porprov VI Banten Diskusikan Nasib Medali 10 Atlet yang Didiskualifikasi Kasus Mutasi

Dia menambahkan, pihaknya sebenarnya melihat kasus ini secara objektif. Dia juga menyatakan bahwa Kabupaten Tangerang sangat dirugikan. Terlebih, ketiga atlet yang membela Kabupaten Tangerang ini telah bertanding dan meraih emas.

"Intinya keberatan dengan keputusan ini, karena inilah olahraga, kita junjung sportivitas. Tidak usah bermain di luar sportivitas, karena secara untuk kepentingan atlet kasihan sudah dapat emas digugat. Digugat setelah selesai. Padahal harusnya tahu kalau ini atlet masuk Kabupaten Tangerang ya sudah masuk Kabupaten Tangerang, harusnya di situ digugat, tapi menunggu dulu pertandingan, menunggu menang, berarti kan mereka tidak senang, oh mereka dapat emas baru digugat," paparnya.

BANDARA
Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Jumat, 25 September 2026 | 20:04

Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.

TEKNO
Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Jumat, 25 September 2026 | 21:19

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026

BANTEN
PLN UID Banten Gelar Simulasi Penanganan Limbah B3, Latih Respons Cepat Kondisi Darurat

PLN UID Banten Gelar Simulasi Penanganan Limbah B3, Latih Respons Cepat Kondisi Darurat

Minggu, 4 Oktober 2026 | 13:36

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten menggelar Simulasi Tim Tanggap Darurat Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill