Siap-siap, Ini Jadwal Pembelian Tiket Kereta untuk Lebaran 2026
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:56
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai mengumumkan jadwal pembelian tiket kereta api untuk angkutan Lebaran 2026.
TANGERANGNEWS.com—Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pemuda dan Olahraga menggelar Festival Maulid di Kampung Bekelir, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.
Festival yang digelar selama tiga hari pada 8-10 November 2019 ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriyah.

Pembukaan festival yang digelar kedua kalinya ini diramaikan dengan Kirab Maulid, Jumat (8/11/2019).
Dalam kirab tersebut, ratusan peserta yang berasal dari unsur pemerintah dan masyarakat berjalan beriringan sambil membawa gunungan dan tumpeng.

Rute kirab dimulai dari Jalan Perintis, Jalan Kisamaun, hingga Jalan Kalipasir. Start dan finish di Kampung Bekelir.
Setelah pawai, gunungan dan tumpeng yang dibawa langsung dibagikan dan dimakan bersama-sama dengan masyarakat yang hadir.
Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengatakan, semarak Festival Maulid ini dapat membangun semangat kebersamaan bagi masyarakat Kota Tangerang.
Baca Juga :
"Mudah-mudahan dengan keberkahan Maulid Nabi Muhammad SAW ini mendapat semangat buat masyarakat Kota Tangerang untuk menjaga kesatuan, kebersamaan, dan berakhlakul kharimah," ujarnya.

Selama tiga hari digelar, Festival Maulid menyuguhkan berbagai kegiatan, di antaranya Tabligh Akbar bersama Sayyid Seif Alwi dan K.H. Zuhri Yaqub, Perlombaan bernuaansa islami dan bazar murah dengan Kampung Bekelir sebagai lokasi utama berlangsungnya festival.
Dengan adanya Festival Maulid ini, Arief mengharapkan ajaran dan keteladanan Nabi Muhammad SAW dijadikan sebagai acuan untuk lebih menggerakan revolusi mental.
"Jadi, berharap semua masyarakat dapat berpatisipasi," pungkasnya.(RMI/HRU)
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai mengumumkan jadwal pembelian tiket kereta api untuk angkutan Lebaran 2026.
TODAY TAGMusisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi
Setiap kali perempuan bersuara mengkritik pemerintah, negara selalu mengatakan hal yang sama: kritik itu sah, demokrasi dijamin. Tapi kenyataan di lapangan sering berkata sebaliknya.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews